Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pemantauan status gizi masyarakat melalui platform digital.
Pasalnya, tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kementrian Kesehatan RI sudah berada di Ilaga ibukota Kabupaten Puncak untuk melakukan akreditasi terhadap RSUD Ilaga untuk menjadi tipe D Pratama.
“Saya rasa dalam konteks saat ini untuk menghilangkan stunting hingga angka nol belum bisa, namun bisa menekan khususnya pada usia ibu hamil dan saat anak-anak usia 1 hingga 5 tahun,” sambungnya.
Peraturan ini berlaku untuk seluruh fasilitas penyedia kesehatan mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, penyedia layanan telemedis, hingga apotek dan industri kesehatan lain. Dan Kabupaten Jayapura secara cepat melakukan upaya percepatan dengan beberapa inovasi pengembangan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Sekretaris Dinkes Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena jika suatu perencanaan dilakukan dengan tidak baik, maka pembangunan juga tidak baik dan tidak bisa berjalan dengan lancar.
Mirisnya jika dipresentase maka ada 13.3 persen dari sekira 20 ribu anak di Kabupaten Jayapura yang terkena stunting. Meski demikian dikatakan bahwa presentase tersebut dalam angka dari WHO dikategorikan masih terkendali.
‘’Untuk pasien yang sudah resisten terhadap obat, ditangani langsung oleh RSUD Merauke. Karena di RSUD Merauke, ada dokter spesialis paru hakni dr. Hendra Sihombing yang menangani langsung pasien-pasien yang sudah resisten obat tersebut,’’ kata Nevile Muskita.
Launching dilakukan langsung oleh Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khoirul Lie,. narasumber expert dan Staff Teknis Komunikasi dan Transformasi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang didatangkan dari jakarta dan Direktur RSUD Yowari Petronela Risamasu serta disaksikan jajaran pegawai Dinkes Kabupaten Jayapura maupun kepala Puskesmas se-Kabupaten Jayapura termasuk Penanggung jawab Rekam Medis Elektronik di Puskesmas acara berlangsung di Hotel Horex Sentani.
Rizal Tandi Limbong menjelaskan bahwa penderita TB yang resisten terhadap obat tersebut disebabkan beberapa faktor. Pertama, karena kurang disiplin dalam meminum obat paket yang diberikan. Kedua, terkadang merasa sudah sehat sehingga berhenti meminum obat paket tersebut. Padahal obat trersebut harus diminum penuh selama 6 bulan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang mengatakan, kasus stunting hingga semester pertama (I) tahun 2024 mencapai 13,3 persen atau 1006 kasus yang ditemukan di Kabupaten Jayapura. Menurut Edwar, kasus stunting tersebut ditemukan berdasarkan dari proses analisis dan pengukuran pada aksi konvergensi Ke -7 yang ditemukan kasus stunting baru karena terdapat balita gizi buruk dan berat bayi rendah sejak lahir.