"Karena masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan kesehatannya, dengan alasan tidak ingin mengetahui penyakitnya, bagi mereka lebih baik tidak tau penyakit dari pada tau akibatnya jadi stress, tapi sebenarnya justru memeriksakan kesehatan lebih dini akan lebih baik untuk mencegah terjadinya penyakit -penyakit berbahaya," jelasnya.
Diakuinya, dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai penyakit yang menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, seperti TBC, malaria, HIV/AIDS, serta penyakit tidak menular lainnya.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang menjelaskan, program ini bertujuan untuk meraih penghargaan Swasti Saba, di Papua baru Kota Jayapura yang melaksanakan program tersebut.
Puskesmas Waena, salah satu yang melaksanakan program itu. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis itu harus mendaftarkan melalui aplikasi satu sehat mobile atau melalui WhatsApp. Namun ternyata tidak semua masyarakat memiliki Android sehingga hal ini juga menjadi kendala tersendiri.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang menjelaskan, penyebab kasus TBC bagi anak usia 0-4 tahun rata-rata disebabkan oleh orang tua.
"Kasus TBC pada anak-anak yang terinfeksi sudah dipasarkan tertular dari orang dewasa, penularan virus tersebut tidak dapat disebarkan dari anak-anak sebayanya," katanya kepada Cenderawasih Pos
Reynold mengatakan, terkait dengan informasi tersebut ia pun baru mengetahuinya setelah dikonfirmasi oleh media ini. Reynold menyebut, ia akan mencari tahu kebenaran informasi tersebut untuk kemudian dilakukan pemanggilan terhadap semua fasilitas kesehatan swasta agar dilakukan evaluasi.
Karena itu pelayanannya hanya satu shift dalam satu hari sampai pada pukul 14.30 WIT. Karena itu semua jenis penyakit yang membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut semaksimal mungkin dilayani. Namun apabila ada yang membutuhkan rujukan maka itu akan dilakukan.
"Sebenarnya dari ketentuan ada penyakit yang bisa ditangani habis di Puskesmas, dan mana yang bisa dirujuk ke rumah sakit, itu ada berita acara dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura dengan BPJS, memang ada Permenkes yang harus melayani sebagai dokter umum, contohnya begitu," kata dr.Evalina D. Malau
Kalau melihat penyebaran kasus tiap kelurahan, yang paling tertinggi di Vim Abepura sebanyak 26 kasus, disusul Entrop dan Asano 24 kasus, Whaimhorok 23 kasus, Awiyo 21 kasus, Hamadi dan Yabansay 17, Waena 16 kasus, Adipura 14 kasus dan Angkasapura 12 kasus.
Untuk mencegah penyebaran HIV-AIDS di Kota Jayapura, yang menjadi poin penting untuk diperhatikan oleh masyarakat adalah perilaku sosial bagi semua kalangan lebih khusus lagi para remaja. Terutama jangan melakukan hubungan seksual sembarangan, apalagi bukan pasangan resmi.