Menurutnya, kondisi cuaca saat ini sangat buruk. Beberapa titik di Kota Jayapura telah mengalami longsor, sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif dan menyebabkan kemacetan parah. Sementara di Sentani, mes
Karena itu perempuan yang akrab disapa Mama Yeri itu merasa kecewa dengan pemerintah yang memberikan janji namun tidak ditepati. Puncak kekecewaan tumbuh ketika pihaknya harus rela membeli timbunan untuk menambah permuka
Kota Jayapura memang sudah harus siap siaga dengan situasi darurat apapun. Dengan topografi kemiringan dan langsung bersentuhan dengan laut maka potensi air mengalir membawa material tentu sangat mungkin terjadi. Jika ti
Ia meminta warga lebih disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja. “Kita jaga kota ini baik-baik karena kita hidup di kota ini. Jangan membuang sampah sembarangan.
Di sejumlah ruas jalan, air menggenangi badan jalan hingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan agar tidak terjebak apalagi terendam. Rahman, warga belakang Pasar Youtefa Abe
Menurut dia, pemerintah dan relawan terus bekerja dengan maksimal dalam menangani situasi bencana, baik itu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Proses evakuasi dan pemberian bantuan terus dipercepat. Sementara i
Setiap kali hujan deras turun berhari-hari dan sungai-sungai di Tulungagung mulai meluap, ada satu pemandangan yang hampir selalu muncul: potongan kayu dalam berbagai ukuran terseret arus. Sebagian warga menganggapnya wa
Presiden terlihat menunjukkan rasa empati yang mendalam, salah satunya dengan mencium kening seorang anak kecil yang sedang digendong ibunya. Selain itu, Presiden juga meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan dan kisa
Di wilayah bencana sendiri, banyak pihak yang sudah memberikan bantuan layanan Starlink untuk membantu konektivitas para korban.Adapun FiberStar, Authorized Starlink Reseller Starlink di Indonesia, sendiri telah menyalur
Sopir travel menyebut ada tanah longsor yang menutupi bahu jalan. Syva dan enam penumpang lainnya hanya pasrah. Mereka menunggu situasi normal dan terpaksa bermalam di mobil. “Paginya saya keluar dari mobil sekitar pukul