Sementara Boy Dawir usai mendaftar menyampaikan bahwa dirinya melirik Partai Nasdem karena Nasdem merupakan mitra Partai Demokrat pada Pemilukada lalu. Hubungan Nasdem dan Demokrat selama 10 tahun kepemimpinan Lukas Enembe dianggap harmonis sehingga ia kembali merapatkan barisan mengingat Nasdem sempat membantu Demokrat.
Menariknya disini Boy mengaku tak ngotot ingin menjadi gubernur karena memandang nilai etika. “Kemarin pak Lukas dari Demokrat sudah memimpin selama 10 tahun dan saya kader demokrat berpikir waktunya teman – lain teman untuk maju menggantikan sosok beliau, sebab tentunya setiap partai memiliki sosok yang punya kemampuan masing – masing,” jelasnya.
“Itu yang saya sebut etika politik tadi. Kita tetap bisa melayani meski tidak harus menjadi kepala,” imbuhnya.
Ia berharap perjalanan 10 tahun bersama Partai Nasdem dan partai koalisi lainnya dapat terus terjaga hingga pemilihan mendatang. Terkait sosok lain yang juga maju bertarung, Boy yang sudah empat periode di kursi DPR Papua ini mengaku semua kandidat bakal calon gubernur Papua memiliki kapasitas dan pengalaman yang luar biasa.
“Oh yang maju Pilkada tahun ini punya kompetensi dan semua bagus – bagus. Ada Pak Paulus Waterpauw, ada pak Tomi Mano, ada pak Mathius Fakhiri dan calon lain yang sudah melamar tadi. Semua bagus dan saya yakin semua memiliki karakter pemimpin,” tutup Boy. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos