alexametrics
24.7 C
Jayapura
Thursday, July 28, 2022

Bhabinkamtibmas Polres Yapen Dukung Pengembangan Tas Noken

YAPEN- Tas Noken, kerajinan rajutan asal Papua cukup familiar bagi masyarakat Indonesia terlebih khusus di Papua. Selain benang, serat kayu dan akar anggrek juga digunakan sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi beragam hasil kerajinan tangan juga tas.

Guna meningkatkan hasil karya serta mendukung pengembangan hasil kerajinan tangan tersebut, Bhabinkamtibmas Kampung Nundawipi Aipda. M Yaku dalam melaksanakan kegiatan Binmas Noken program Kasuari (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri) melakukan pendampingan terhadap salah satu pengrajin anyaman tas noken guna ikut membantu membuat beberapa macam tas noken.

Aipda. M Yaku mengatakan, pendampingan ini untuk memberikan motivasi dan inovasi kepada masyarakat khususnya kelompok-kelompok pengrajin tas noken agar bisa lebih berkembang.

Baca Juga :  Pemprov Papua Belum Menerima UU DOB

“Tas noken sudah terkenal, banyak masyarakat baik orang asli Papua maupun non orang Papua menggunakan tas noken, kami dari Polri hadir secara langsung ini juga untuk membantu peningkatan usaha pengrajin tas noken juga meningkatkan perekonomian keluarga,”Katanya.

Sementara itu, Mora pengrajin tas noken menyampaikan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas Polres Kepulauan Yapen yang mau datang mendampingi mereka serta memberikan inovasi baru untuk bagaimana bisa lebih mengembangkan usaha tas noken.

“Senang sekali bisa mendapatkan ilmu baru dalam membuat tas noken, sangat bermanfaat sekali,”Katanya.

Mora sapaan akrabnya menuturkan, untuk harga jual tas noken tersebut tergantung motif dan ukuran tas nokennya yaitu ukuran besar dengan motif yang bagus di jual seharga Rp. 250.000 sedangkan tas noken ukuran kecil dengan motif yang biasa akan di jual seharga Rp. 150.000.(gin)

Baca Juga :  Situasi Distrik Yigi Membaik, Warga Kembali ke Rumahnya

YAPEN- Tas Noken, kerajinan rajutan asal Papua cukup familiar bagi masyarakat Indonesia terlebih khusus di Papua. Selain benang, serat kayu dan akar anggrek juga digunakan sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi beragam hasil kerajinan tangan juga tas.

Guna meningkatkan hasil karya serta mendukung pengembangan hasil kerajinan tangan tersebut, Bhabinkamtibmas Kampung Nundawipi Aipda. M Yaku dalam melaksanakan kegiatan Binmas Noken program Kasuari (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri) melakukan pendampingan terhadap salah satu pengrajin anyaman tas noken guna ikut membantu membuat beberapa macam tas noken.

Aipda. M Yaku mengatakan, pendampingan ini untuk memberikan motivasi dan inovasi kepada masyarakat khususnya kelompok-kelompok pengrajin tas noken agar bisa lebih berkembang.

Baca Juga :  Belum Disepakati Bentuk Logo dan Titik Nol Ibukota PPS

“Tas noken sudah terkenal, banyak masyarakat baik orang asli Papua maupun non orang Papua menggunakan tas noken, kami dari Polri hadir secara langsung ini juga untuk membantu peningkatan usaha pengrajin tas noken juga meningkatkan perekonomian keluarga,”Katanya.

Sementara itu, Mora pengrajin tas noken menyampaikan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas Polres Kepulauan Yapen yang mau datang mendampingi mereka serta memberikan inovasi baru untuk bagaimana bisa lebih mengembangkan usaha tas noken.

“Senang sekali bisa mendapatkan ilmu baru dalam membuat tas noken, sangat bermanfaat sekali,”Katanya.

Mora sapaan akrabnya menuturkan, untuk harga jual tas noken tersebut tergantung motif dan ukuran tas nokennya yaitu ukuran besar dengan motif yang bagus di jual seharga Rp. 250.000 sedangkan tas noken ukuran kecil dengan motif yang biasa akan di jual seharga Rp. 150.000.(gin)

Baca Juga :  TNI-Polri Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/