Monday, January 5, 2026
26.3 C
Jayapura

18 Daerah di Papua Alami Kekosongan Stok Vaksin

JAYAPURA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, terdapat 18 Kabupaten di Papua yang mengalami kekosongan stok VaksinĀ  Covid-19.

Berdasarkan data satok vaksin per tanggal 4 Oktober 2022, daerah yang masih memiliki stok vaksin yakni Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Deiyai, Jayapura, Keerom, Kepulauan Yapen, Mappi, Nabire, Sarmi, Tolikara dan Kota Jayapura.

ā€œTersisa sebanyak 3.714 vaksin plizer ED di 11 Kabupaten/kota di Papua,ā€ kata dr Aaron saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (4/10)

Dikatakan dr Aaron, Dinas Kesehatan Provinsi pada 6 September lalu sudah bersurat ke pusat untuk pengiriman stok vaksin yang sudah mengalami kekosongan di gudang Dinkes Pemrov. Hanya saja, permintaan tersebut belum dipenuhi.

Baca Juga :  Kesepakatan Bersama, PLBN Dibuka Dengan Prokes Ketat

ā€œPusat susah mengirim jika stok vaksin masih ada di Papua, terlebih pusat bacanya di aplikasi SMILE Provinsi. Selama stok vaksin di aplikasi masih ada, maka kita susah minta stok vaksin,ā€ ucapnya.

Disampaikan dr Aaron, jika permintaan stok vaksin mau dipenuhi pusat maka jalan satu satunya adalah mengkosongkan stok vaksin yang ada di aplikasi data milik kabupaten/kota.

ā€œYang bisa kosogkan aplikasi stok vaksin adalah di puskesmas dan kabupaten/kota,ā€ pungkasnya. (fia/gin])

JAYAPURA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, terdapat 18 Kabupaten di Papua yang mengalami kekosongan stok VaksinĀ  Covid-19.

Berdasarkan data satok vaksin per tanggal 4 Oktober 2022, daerah yang masih memiliki stok vaksin yakni Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Deiyai, Jayapura, Keerom, Kepulauan Yapen, Mappi, Nabire, Sarmi, Tolikara dan Kota Jayapura.

ā€œTersisa sebanyak 3.714 vaksin plizer ED di 11 Kabupaten/kota di Papua,ā€ kata dr Aaron saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (4/10)

Dikatakan dr Aaron, Dinas Kesehatan Provinsi pada 6 September lalu sudah bersurat ke pusat untuk pengiriman stok vaksin yang sudah mengalami kekosongan di gudang Dinkes Pemrov. Hanya saja, permintaan tersebut belum dipenuhi.

Baca Juga :  Polres Mamberamo Tengah Bagikan Bibit Sayur ke Masyarakat

ā€œPusat susah mengirim jika stok vaksin masih ada di Papua, terlebih pusat bacanya di aplikasi SMILE Provinsi. Selama stok vaksin di aplikasi masih ada, maka kita susah minta stok vaksin,ā€ ucapnya.

Disampaikan dr Aaron, jika permintaan stok vaksin mau dipenuhi pusat maka jalan satu satunya adalah mengkosongkan stok vaksin yang ada di aplikasi data milik kabupaten/kota.

ā€œYang bisa kosogkan aplikasi stok vaksin adalah di puskesmas dan kabupaten/kota,ā€ pungkasnya. (fia/gin])

Berita Terbaru

Artikel Lainnya