Bulog Perkenalkan Beras Fortivit

*Akan Diproduksi di Papua, Harga Rp 15 Ribu/kg

JAYAPURA – Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat memperkenalkan produk terbarunya yakni Beras Fortivit. Sebagai upaya menekan angka stunting (kekurangan gizi) sesuai dengan program Presiden Joko Widodo.

 Kepala Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat Mohamad Alexander mengatakan,  beras Fortivit ini mengandung 8 vitamin, yang mana beras tersebut rencananya akan diproduksi di Papua.

 “Kami berterima kasih karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yang telah memberikan dukungan agar beras ini dapat diproduksi di Papua. Beras ini memiliki manfaat yang sangat baik dalam mencegah gizi buruk atau yang disebut dengan Stunting,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  Dapat Pujian dari FIFA, Presiden Apresiasi Penyelenggaraan Piala Dunia U-17

 Lanjutnya, kandungan vitamin yang terdapat dalam beras tersebut yaitu vitamin A, B1, B3, B6, B12, Zat Besi dan Zink. 

 Menurutnya, diproduksinya Beras Fortivit ini merupakan salah satu tugas yang diberikan Presiden RI, guna mengatasi permasalahan Gizi Buruk di Indonesia.

 Dalam proses pengolahan beras, pihaknya akan berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait,  agar produksi beras ini dapat dimulai secepatnya di Papua.

 “Untuk sementara ini kami sudah memiliki pabrik di wilayah kerja kami yakni Sorong dan alatnya juga telah tersedia tinggal dilengkapi,” ujarnya.

 Ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi pengerjaannya. Sehingga dengan keberadaan Kabupaten Merauke sebagai lumbung pangan yang produktif di Papua,  maka ada rencana dibangun pula pabrik pada wilayah tersebut.

Baca Juga :  PBB Berikan Rekomendasi Pasangan Piter - Daud di Pilkada Keerom

 “Kini kami berada pada tahap promosi, di awal tahun ini mudah-mudahan setelah promosi, dapat diproduksi secara masif dan masuk di semua toko swalayan Papua. Nantinya beras Fortivit ini dijual dengan harga Rp15 ribu/kg,” jelasnya. (ana/ary)

*Akan Diproduksi di Papua, Harga Rp 15 Ribu/kg

JAYAPURA – Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat memperkenalkan produk terbarunya yakni Beras Fortivit. Sebagai upaya menekan angka stunting (kekurangan gizi) sesuai dengan program Presiden Joko Widodo.

 Kepala Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat Mohamad Alexander mengatakan,  beras Fortivit ini mengandung 8 vitamin, yang mana beras tersebut rencananya akan diproduksi di Papua.

 “Kami berterima kasih karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yang telah memberikan dukungan agar beras ini dapat diproduksi di Papua. Beras ini memiliki manfaat yang sangat baik dalam mencegah gizi buruk atau yang disebut dengan Stunting,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  KPU Biak Numfor Pastikan Tahapan PSU Gubernur Papua Berlanjut

 Lanjutnya, kandungan vitamin yang terdapat dalam beras tersebut yaitu vitamin A, B1, B3, B6, B12, Zat Besi dan Zink. 

 Menurutnya, diproduksinya Beras Fortivit ini merupakan salah satu tugas yang diberikan Presiden RI, guna mengatasi permasalahan Gizi Buruk di Indonesia.

 Dalam proses pengolahan beras, pihaknya akan berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait,  agar produksi beras ini dapat dimulai secepatnya di Papua.

 “Untuk sementara ini kami sudah memiliki pabrik di wilayah kerja kami yakni Sorong dan alatnya juga telah tersedia tinggal dilengkapi,” ujarnya.

 Ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi pengerjaannya. Sehingga dengan keberadaan Kabupaten Merauke sebagai lumbung pangan yang produktif di Papua,  maka ada rencana dibangun pula pabrik pada wilayah tersebut.

Baca Juga :  Dua Hari, KPU Jadwalkan  Distribusi Logistik Pemilu ke TPS

 “Kini kami berada pada tahap promosi, di awal tahun ini mudah-mudahan setelah promosi, dapat diproduksi secara masif dan masuk di semua toko swalayan Papua. Nantinya beras Fortivit ini dijual dengan harga Rp15 ribu/kg,” jelasnya. (ana/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya