alexametrics
28.7 C
Jayapura
Saturday, June 4, 2022

21 Daerah di Papua Jadi Sasaran Pelaksanaan Desa Cantik

JAYAPURA – Sebanyak 21 daerah di Provinsi Papua menjadi sasaran pelaksanaan program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua.

Subkoordinator Fungsi Diseminasi dan Layanan Statistik BPS Papua, Ikfina Chairani mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dengan BPS Kabupaten/kota terkait pelaksanaan program tersebut.

Bahkan kata Ikfina, Kepala BPS Papua sudah melakukan kunjungan ke wilayah Saireri dan berkoordinasi dengan Pemda setempat serta bertemu beberapa kepala desa.

“Ternyata para Kepala Desa ini mereka sangat antusias dengan program ini,” kata Ikfina, Kamis (19/5).

Lanjutnya menerangkan, BPS nantinya akan membina, membangun dan meningatkan kompetensi aparatur desa agar mampu memahami tentang statistik melalui program Desa Cantik tersebut.

Baca Juga :  Calon Anggota KI dan KPID Lakukan Uji Kepatuhan

Sebagaimana mereka nantinya akan diajari bagaimana BPS mengumpulkan data, sehingga mereka juga bisa mengumpulkan data sendiri dan mengolahnya serta menyimpan lalu dilaporkan ke Pemda setempat.

“Contohnya, data yang dikelola aparatur desa itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan Musrenbang Desa di masing-masing daerah. Terlebih saat ini sudah mulai ada Musrenbang Desa, nah kegiatan ini harusnya ada data-data yang dibahas yang kemudian dilaporkan ke Bappeda di daerah,”Paparnya.

Ia juga menyebutkan pelaksanaan program Desa Cantik baru dilakukan di 21 daerah, hal ini karenakan 8 daerah lain belum ada BPS. Seperti Kabupaten Yalimo, Nduga, Lany Jaya dan wilayah pemekaran lainnya.

“Untuk 21 Kabupaten/kota ini kita minta setiap Kepala BPS untuk minimal memiliki 1 desa binaan. Tetapi di Kota Jayapura sendiri sejak 2021 sudah berjalan di Kelurahan Gurabesi. Jadi kita minta Kota Jayapura tambah satu lagi desa binaan,”Jelasnya.

Baca Juga :  Pelantikan Pimpinan 35 OPD Baru Segera Dilakukan

Lanjutnya, BPS Papua tengah mendaftarkan 21 desa tersebut ke BPS Pusat. Selanjutnya, BPS akan menginventarisir desa tersebut untuk pelaksanaan pelatihannya.

“kita akan memberikan pelatihan kepada pembinas Desa Cantik, setelah itu kita lanjutkan pada perangkat desa. Harapannya dalam 1 hingga 2 bulan ini, kita akan melakukan pencanangan serentak untuk seluruh wilayah Papua,” pungkasnya. (fia/gin)

JAYAPURA – Sebanyak 21 daerah di Provinsi Papua menjadi sasaran pelaksanaan program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua.

Subkoordinator Fungsi Diseminasi dan Layanan Statistik BPS Papua, Ikfina Chairani mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dengan BPS Kabupaten/kota terkait pelaksanaan program tersebut.

Bahkan kata Ikfina, Kepala BPS Papua sudah melakukan kunjungan ke wilayah Saireri dan berkoordinasi dengan Pemda setempat serta bertemu beberapa kepala desa.

“Ternyata para Kepala Desa ini mereka sangat antusias dengan program ini,” kata Ikfina, Kamis (19/5).

Lanjutnya menerangkan, BPS nantinya akan membina, membangun dan meningatkan kompetensi aparatur desa agar mampu memahami tentang statistik melalui program Desa Cantik tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Menunggu Dana Otsus yang Belum Dicairkan

Sebagaimana mereka nantinya akan diajari bagaimana BPS mengumpulkan data, sehingga mereka juga bisa mengumpulkan data sendiri dan mengolahnya serta menyimpan lalu dilaporkan ke Pemda setempat.

“Contohnya, data yang dikelola aparatur desa itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan Musrenbang Desa di masing-masing daerah. Terlebih saat ini sudah mulai ada Musrenbang Desa, nah kegiatan ini harusnya ada data-data yang dibahas yang kemudian dilaporkan ke Bappeda di daerah,”Paparnya.

Ia juga menyebutkan pelaksanaan program Desa Cantik baru dilakukan di 21 daerah, hal ini karenakan 8 daerah lain belum ada BPS. Seperti Kabupaten Yalimo, Nduga, Lany Jaya dan wilayah pemekaran lainnya.

“Untuk 21 Kabupaten/kota ini kita minta setiap Kepala BPS untuk minimal memiliki 1 desa binaan. Tetapi di Kota Jayapura sendiri sejak 2021 sudah berjalan di Kelurahan Gurabesi. Jadi kita minta Kota Jayapura tambah satu lagi desa binaan,”Jelasnya.

Baca Juga :  Korban Selamat Sempat Melompat ke Jurang

Lanjutnya, BPS Papua tengah mendaftarkan 21 desa tersebut ke BPS Pusat. Selanjutnya, BPS akan menginventarisir desa tersebut untuk pelaksanaan pelatihannya.

“kita akan memberikan pelatihan kepada pembinas Desa Cantik, setelah itu kita lanjutkan pada perangkat desa. Harapannya dalam 1 hingga 2 bulan ini, kita akan melakukan pencanangan serentak untuk seluruh wilayah Papua,” pungkasnya. (fia/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/