Friday, February 27, 2026
25.8 C
Jayapura

Liga 4 Papua Tak Bisa Dibatalkan, Tak Ada Kaitannya dengan Isu Kapiraya

NABIRE – Ketua Umum Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 PSSI Piala Gubernur Provinsi Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, memastikan pelaksanaan Liga 4 Papua Tengah tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan persoalan Kapiraya yang sedang bermasalah.

Ini disampaikan menyikapi kritik publik yang meminta agar kompetisi tersebut dibatalkan hingga persoalan Kapiraya diselesaikan. Ditegaskan Liga 4 merupakan bagian dari sistem kompetisi resmi tahunan yang digelar oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), mulai dari Liga 1, Liga 2, Liga 3 hingga Liga 4 sebagai satu kesatuan pembinaan sepak bola nasional.

“Liga 4 ini bukan sekadar ajang biasa. Ini adalah wadah bagi anak-anak muda Papua untuk menunjukkan skill dan bakat yang selama ini mereka latih, agar bisa naik ke Liga 2 maupun Liga 1,” ujarnya Anouw. Lanjutnya, Sekaligus menjadi ruang positif agar mereka terhindar dari pergaulan bebas dan berbagai penyakit sosial.

Baca Juga :  Masih Tunggu Petunjuk Pusat

Ia menegaskan, olahraga khususnya sepak bola memiliki dampak sosial yang besar karena mampu membentuk disiplin, kebersamaan, serta solidaritas antargenerasi muda. “Sepak bola itu menyatukan. di lapangan tidak ada perbedaan, semua bermain untuk satu tujuan. Ini yang ingin kita bangun di Papua Tengah,” katanya.

NABIRE – Ketua Umum Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 PSSI Piala Gubernur Provinsi Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, memastikan pelaksanaan Liga 4 Papua Tengah tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan persoalan Kapiraya yang sedang bermasalah.

Ini disampaikan menyikapi kritik publik yang meminta agar kompetisi tersebut dibatalkan hingga persoalan Kapiraya diselesaikan. Ditegaskan Liga 4 merupakan bagian dari sistem kompetisi resmi tahunan yang digelar oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), mulai dari Liga 1, Liga 2, Liga 3 hingga Liga 4 sebagai satu kesatuan pembinaan sepak bola nasional.

“Liga 4 ini bukan sekadar ajang biasa. Ini adalah wadah bagi anak-anak muda Papua untuk menunjukkan skill dan bakat yang selama ini mereka latih, agar bisa naik ke Liga 2 maupun Liga 1,” ujarnya Anouw. Lanjutnya, Sekaligus menjadi ruang positif agar mereka terhindar dari pergaulan bebas dan berbagai penyakit sosial.

Baca Juga :  Ranking FIFA Indonesia Meroket 3 Peringkat Setelah Tahan Imbang Arab Saudi 1-1

Ia menegaskan, olahraga khususnya sepak bola memiliki dampak sosial yang besar karena mampu membentuk disiplin, kebersamaan, serta solidaritas antargenerasi muda. “Sepak bola itu menyatukan. di lapangan tidak ada perbedaan, semua bermain untuk satu tujuan. Ini yang ingin kita bangun di Papua Tengah,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya