Saturday, March 14, 2026
23.4 C
Jayapura

Persipura Protes Keputusan PSSI Berhentikan Liga 2

JAYAPURA – Klub Persipura Jayapura memberikan protes keras terhadap keputusan PSSI yang memberhentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022/2023.

Protes dilayangkan oleh manajer tim, Yan Permenas Mandenas. Dia mengungkapkan kekecewaannya seusai mendengar hasil keputusan rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, Kamis (12/1) yang menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 di Tanah Air.

Menurut Mandenas hal tersebut terkesan terburu-buru, mengingat PSSI tidak mempertimbangkan keputusan tim-tim yang menyuarakan untuk melanjutkan kembali kompetisi Liga 2. Dia mempertanyakan 20 klub yang tidak ingin melanjutkan pelaksanaan liga 2.

“Saya sangat menyayangkan keputusan Exco PSSI yang terkesan terburu-buru. Saya rasa apa dasarnya 20 klub yang tidak setuju. Tidak diketahui dari mana saja. Seharusnya PSSI merilis ke publik daftar tim-tim yang merasa keberatan kembali bergulirnya kompetisi kembali,” ungkap Mandenas, Kamis (12/1).

Baca Juga :  Mission Complete

Dia menuturkan PSSI bersama operator Liga harus mempertimbangkan keputusan mereka. Mengingat ada beberapa tim yang setuju untuk kompetisi kembali dilanjutkan.

“Saya pikir keputusan pemberhentian kompetisi perlu dipertimbangkan kembali. PSSI dan PT Liga harus bisa mendengarkan aspirasi dari para tim-tim yang mendukung dan menolak bergulirnya kompetisi. Pada situasi ini, kredibilitas PSSI dan PT Liga sangat dipertanyakan mengingat kompetisi tidak digelar hingga tuntas,” ujarnya.

Pria yang juga penjabat selaku aggota DPR RI itu menyebutkan bahwa sistem kompetisi Liga 2 dan Liga 3 sejatinya harus bergulir. Mengingat kompetisi dihentikan akibat tragedi Kanjuruhan pada kompetisi Liga 1.

“Setelah kompetisi Liga 1 digelar kembali otomatis turnamen di bawahnya bisa bergulir juga. Ini merupakan kesatuan. Seharusnya jika Liga 2 dan Liga 3 ditiadakan, Liga 1 tidak usah digulirkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Celestine Enso Nivolas Jacques, Sosok Pemain Asing yang Akan Perkuat Persipura

Untuk itu diharapkan ke depannya PSSI dan PT Liga memikirkan ulang keputusan memberhentikan Liga 2 dan Liga 3. Harus ada solusi terbaik dari klub yang setuju kompetisi bergulir dan berhenti agar tidak mencederai nilai-nilai fair play.

“Sekali lagi, federasi harus bisa mengakomodir keputusan-keputusan klub dan harus ada solusi terbaik untuk tim-tim yang mendukung serta menolak kompetisi digulirkan,” pungkasnya. (eri/wen)

JAYAPURA – Klub Persipura Jayapura memberikan protes keras terhadap keputusan PSSI yang memberhentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022/2023.

Protes dilayangkan oleh manajer tim, Yan Permenas Mandenas. Dia mengungkapkan kekecewaannya seusai mendengar hasil keputusan rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, Kamis (12/1) yang menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 di Tanah Air.

Menurut Mandenas hal tersebut terkesan terburu-buru, mengingat PSSI tidak mempertimbangkan keputusan tim-tim yang menyuarakan untuk melanjutkan kembali kompetisi Liga 2. Dia mempertanyakan 20 klub yang tidak ingin melanjutkan pelaksanaan liga 2.

“Saya sangat menyayangkan keputusan Exco PSSI yang terkesan terburu-buru. Saya rasa apa dasarnya 20 klub yang tidak setuju. Tidak diketahui dari mana saja. Seharusnya PSSI merilis ke publik daftar tim-tim yang merasa keberatan kembali bergulirnya kompetisi kembali,” ungkap Mandenas, Kamis (12/1).

Baca Juga :  Mutiara Hitam Masih Butuh Rp 3 M Lagi

Dia menuturkan PSSI bersama operator Liga harus mempertimbangkan keputusan mereka. Mengingat ada beberapa tim yang setuju untuk kompetisi kembali dilanjutkan.

“Saya pikir keputusan pemberhentian kompetisi perlu dipertimbangkan kembali. PSSI dan PT Liga harus bisa mendengarkan aspirasi dari para tim-tim yang mendukung dan menolak bergulirnya kompetisi. Pada situasi ini, kredibilitas PSSI dan PT Liga sangat dipertanyakan mengingat kompetisi tidak digelar hingga tuntas,” ujarnya.

Pria yang juga penjabat selaku aggota DPR RI itu menyebutkan bahwa sistem kompetisi Liga 2 dan Liga 3 sejatinya harus bergulir. Mengingat kompetisi dihentikan akibat tragedi Kanjuruhan pada kompetisi Liga 1.

“Setelah kompetisi Liga 1 digelar kembali otomatis turnamen di bawahnya bisa bergulir juga. Ini merupakan kesatuan. Seharusnya jika Liga 2 dan Liga 3 ditiadakan, Liga 1 tidak usah digulirkan,” ucapnya.

Baca Juga :  HALF TIME: Bungkam Keraguan, Ramai Rumakiek Cetak Gol ke Gawang PSBS Biak

Untuk itu diharapkan ke depannya PSSI dan PT Liga memikirkan ulang keputusan memberhentikan Liga 2 dan Liga 3. Harus ada solusi terbaik dari klub yang setuju kompetisi bergulir dan berhenti agar tidak mencederai nilai-nilai fair play.

“Sekali lagi, federasi harus bisa mengakomodir keputusan-keputusan klub dan harus ada solusi terbaik untuk tim-tim yang mendukung serta menolak kompetisi digulirkan,” pungkasnya. (eri/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya