alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, May 19, 2022

Jika Dijual Bupati Paniai Siap Ambil Alih Persipura

Perusahaan Harus Terbuka, Bukan Milik Kelompok Tertentu

JAYAPURA-Terdegradasi Persipura Jayapura ke Liga 2 Indonesia membawa kesedihan yang mendalam bagi masyarakat Papua . Hal ini jugalah yang dirasakan oleh Bupati Paniai Meki Nawipa.

Oleh sebab itu dirinya siap mengambil alih tim kebanggaan masyarakat Papua  itu dengan sistem Konsorsium (Pembiayaan bersama suatu proyek atau perusahaan yang dilakukan oleh dua atau lebih bank atau lembaga keuangan) demi harkat martabat orang asli Papua .

“Harus buat Konsorsium, jadi supaya bisa angkat harga diri orang Papua , tapi juga kesejahteraan masyarakatnya juga bisa ikut terdongkrak. Yang mau kasi saham juga bisa taruh saham disana buka slot 30% tapi untuk orang asli Papua , buat perusahan Tbk. Masuk bursa efek Jakarta. Libatkan Freeport, Bank Papua , Bank Mandiri, British Petrolium (BP) dan lainnya,”Ungkap Nawipa kepada Cenderawasih Pos, Senin (4/4)  kemarin.

Terdegrasinya Persipura menjelang Paskah menurutnya merupakan pesan Tuhan untuk orang Papua  untuk kembali bangkit dan jika Persipura dijual dirinya siap mengambil alih.   “Jika klub ini dijual, saya siap membantu serta bersedia mengambil alih,”katanya.

Baca Juga :  Comeback Manis

Setelah berhasil diambil alih, maka manajemennya akan dirombak, sistem kepelatihannya akan diubah, serta Persipura akan dibuat menjadi perusahaan terbuka bukan milih keluarga atau kelompok tertentu.

“Jadi pendanaan Persipura itu bukan hanya dari PT. Freeport Indonesia (PTFI) dan Bank Papua  saja, tapi bisa juga dari pihak-pihak lain, khususnya dari pengusaha-pengusaha dan masyarakat Papua . Ini adalah cara baru mengelola Sepakbola di era modern. Di mana 3 tahun dari sekarang, seluruh orang Papua , sudah boleh membeli saham Persipura dan menjadi pemilik klub ini,”tegasnya.

“Dalam artian, 70 persen saham saya dan perusahan-perusahaan besar diatas yang pegang dan 30 persen saham dijual ke publik  khusus untuk orang asli  Papua . Kita akan listing di saham, menjual saham Persipura di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga seluruh orang Papua , termasuk anak anak SD dan SMP sekalipun, berpeluang untuk membeli saham Persipura,”tambahnya.

Dirinya mencontohkan misalnya harga saham Persipura adalah Rp 700, maka lo saham (100 lembar saham, Red) Persipura senilai Rp 70.000. Sehingga jika membeli 100 lot, maka dengan uang Rp 7.000.000, sudah bisa beli saham Persipura. Nanti ketika saham Persipura naik menjadi Rp 900, maka dengan membeli saham 100 lot  sudah untung Rp 2.000.000, yang uangnya dapat diambil kapan saja.

Baca Juga :  Jadwal Padat, Pahabol Akui Ganggu Performanya

Meky menambahkan bahwa dalam sejarah, Persipura merupakan salah satu bagian untuk menaikan harga diri orang Papua  di kancah nasional dan internasional.

Ia mengatakan Persipura ini dulu merupakan alat perjuangan, alat politik. Pada zaman Acub Zaenal sebagai Gubernur Irian Jaya (periode 1973-1975, Red), untuk melepaskan orang Papua  dari perasaan rendah diri dan kemudian bisa dihargai di tingkat Nasional bahkan dunia internasional melalui olahraga sepakbola yakni Persipura.

Iapun optimis dengan sistem yang profesional Persipura akan dapat kembali bangkit dan akan mengukir prestasi di tingkat Nasional dan Internasional demi harkat martabat Orang Asli Papua .(gin)

Perusahaan Harus Terbuka, Bukan Milik Kelompok Tertentu

JAYAPURA-Terdegradasi Persipura Jayapura ke Liga 2 Indonesia membawa kesedihan yang mendalam bagi masyarakat Papua . Hal ini jugalah yang dirasakan oleh Bupati Paniai Meki Nawipa.

Oleh sebab itu dirinya siap mengambil alih tim kebanggaan masyarakat Papua  itu dengan sistem Konsorsium (Pembiayaan bersama suatu proyek atau perusahaan yang dilakukan oleh dua atau lebih bank atau lembaga keuangan) demi harkat martabat orang asli Papua .

“Harus buat Konsorsium, jadi supaya bisa angkat harga diri orang Papua , tapi juga kesejahteraan masyarakatnya juga bisa ikut terdongkrak. Yang mau kasi saham juga bisa taruh saham disana buka slot 30% tapi untuk orang asli Papua , buat perusahan Tbk. Masuk bursa efek Jakarta. Libatkan Freeport, Bank Papua , Bank Mandiri, British Petrolium (BP) dan lainnya,”Ungkap Nawipa kepada Cenderawasih Pos, Senin (4/4)  kemarin.

Terdegrasinya Persipura menjelang Paskah menurutnya merupakan pesan Tuhan untuk orang Papua  untuk kembali bangkit dan jika Persipura dijual dirinya siap mengambil alih.   “Jika klub ini dijual, saya siap membantu serta bersedia mengambil alih,”katanya.

Baca Juga :  Enggan Uji Coba Karena Kasus Covid-19 Melonjak

Setelah berhasil diambil alih, maka manajemennya akan dirombak, sistem kepelatihannya akan diubah, serta Persipura akan dibuat menjadi perusahaan terbuka bukan milih keluarga atau kelompok tertentu.

“Jadi pendanaan Persipura itu bukan hanya dari PT. Freeport Indonesia (PTFI) dan Bank Papua  saja, tapi bisa juga dari pihak-pihak lain, khususnya dari pengusaha-pengusaha dan masyarakat Papua . Ini adalah cara baru mengelola Sepakbola di era modern. Di mana 3 tahun dari sekarang, seluruh orang Papua , sudah boleh membeli saham Persipura dan menjadi pemilik klub ini,”tegasnya.

“Dalam artian, 70 persen saham saya dan perusahan-perusahaan besar diatas yang pegang dan 30 persen saham dijual ke publik  khusus untuk orang asli  Papua . Kita akan listing di saham, menjual saham Persipura di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga seluruh orang Papua , termasuk anak anak SD dan SMP sekalipun, berpeluang untuk membeli saham Persipura,”tambahnya.

Dirinya mencontohkan misalnya harga saham Persipura adalah Rp 700, maka lo saham (100 lembar saham, Red) Persipura senilai Rp 70.000. Sehingga jika membeli 100 lot, maka dengan uang Rp 7.000.000, sudah bisa beli saham Persipura. Nanti ketika saham Persipura naik menjadi Rp 900, maka dengan membeli saham 100 lot  sudah untung Rp 2.000.000, yang uangnya dapat diambil kapan saja.

Baca Juga :  Dukungan Konkrit, Suporter Jayapura Bergerak ke Bali

Meky menambahkan bahwa dalam sejarah, Persipura merupakan salah satu bagian untuk menaikan harga diri orang Papua  di kancah nasional dan internasional.

Ia mengatakan Persipura ini dulu merupakan alat perjuangan, alat politik. Pada zaman Acub Zaenal sebagai Gubernur Irian Jaya (periode 1973-1975, Red), untuk melepaskan orang Papua  dari perasaan rendah diri dan kemudian bisa dihargai di tingkat Nasional bahkan dunia internasional melalui olahraga sepakbola yakni Persipura.

Iapun optimis dengan sistem yang profesional Persipura akan dapat kembali bangkit dan akan mengukir prestasi di tingkat Nasional dan Internasional demi harkat martabat Orang Asli Papua .(gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/