Ia mengatakan, hasil yang diperoleh dari pengelolaan venue tidak hanya diarahkan untuk pemeliharaan fasilitas olahraga. Sebagian hasil juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan olahraga di Papua, termasuk pengadaan sarana dan prasarana.
“Keuntungan yang dibagikan ini selain untuk perawatan dan pemeliharaan venue, bisa juga kita bantu ke pembinaan olahraga, pengadaan sarana dan prasarana olahraga,” ujarnya.
Laorens menjelaskan, venue olahraga peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di sejumlah kawasan, yakni Doyo, Kampung Harapan dan Kota Jayapura.
Di kawasan Doyo terdapat venue hoki dan kriket. Sementara di Kampung Harapan terdapat Stadion Utama Lukas Enembe, Istora atau GOR, venue akuatik, serta wisma menembak beserta lintasannya.
Adapun di Kota Jayapura terdapat GOR Cenderawasih, Lapangan Mandala dan Wisma Mandala. Fasilitas olahraga lainnya juga terdapat di kawasan Buper untuk cabang olahraga sepatu roda dan kawasan batas kota untuk venue dayung.
Namun, tidak seluruh fasilitas tersebut saat ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi sejumlah venue membutuhkan perhatian, terutama dari sisi pemeliharaan dan pengelolaan.
Di kawasan Kampung Harapan, misalnya, venue akuatik saat ini sudah ditutup dan tidak lagi digunakan. Sementara lintasan di kawasan tersebut masih dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun jogging.
“Yang masih bisa digunakan masyarakat di Kampung Harapan adalah Stadion Utama Lukas Enembe, Istora atau GOR dan wisma menembak. Untuk akuatik sudah ditutup,” pungkas Laorens. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q