Friday, March 20, 2026
25.7 C
Jayapura

Badai Perbatasan Mulai Curi Start

JAYAPURA – Hasil positif berhasil dicatatkan Persiker Keerom dalam laga perdana Kompetisi Cenderawasih Karsa Liga 4 zona Papua 2025/2026. Bertanding di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Senin (16/3), tim berjuluk Badai Perbatasan ini sukses mengamankan tiga poin setelah menumbangkan Persimi Sarmi dengan skor tipis 1-0.

Gol semata wayang dicetak oleh Pemain Persiker, Aldriansa Yandedai ketika laga baru berjalan 3 menit.

Meski menang, pelatih kepala Persiker Keerom, Elie Aiboy, mengakui bahwa laga perdana selalu menyuguhkan tantangan mental yang berat bagi para pemainnya.

Legenda sepak bola Indonesia tersebut tidak menampik bahwa anak asuhnya sempat tampil tegang. Menurutnya, tensi pertandingan pertama membuat aliran bola dan penyelesaian akhir menjadi kurang maksimal.

Baca Juga :  Jelang Liga 4, Persipani Jajal Kekuatan Persipura

“Kami patut bersyukur kepada Tuhan atas hasil tiga poin ini. Saya akui pertandingan perdana sangat berat buat semua pemain. Banyak peluang yang tercipta namun tidak terselesaikan dengan baik,” ujar Elie Aiboy usai laga.

Elie juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim lawan, Persimi Sarmi, yang tampil disiplin dan menyulitkan barisan penyerang Persiker.

Kata Elie, kemenangan ini juga didedikasikan bagi para suporter dan jajaran pemerintah daerah Kabupaten Keerom yang hadir langsung memberikan dukungan, termasuk Ketua Umum Persiker, Piter Gusbager.

JAYAPURA – Hasil positif berhasil dicatatkan Persiker Keerom dalam laga perdana Kompetisi Cenderawasih Karsa Liga 4 zona Papua 2025/2026. Bertanding di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Senin (16/3), tim berjuluk Badai Perbatasan ini sukses mengamankan tiga poin setelah menumbangkan Persimi Sarmi dengan skor tipis 1-0.

Gol semata wayang dicetak oleh Pemain Persiker, Aldriansa Yandedai ketika laga baru berjalan 3 menit.

Meski menang, pelatih kepala Persiker Keerom, Elie Aiboy, mengakui bahwa laga perdana selalu menyuguhkan tantangan mental yang berat bagi para pemainnya.

Legenda sepak bola Indonesia tersebut tidak menampik bahwa anak asuhnya sempat tampil tegang. Menurutnya, tensi pertandingan pertama membuat aliran bola dan penyelesaian akhir menjadi kurang maksimal.

Baca Juga :  DPRP-MRP Akan Temui Presiden

“Kami patut bersyukur kepada Tuhan atas hasil tiga poin ini. Saya akui pertandingan perdana sangat berat buat semua pemain. Banyak peluang yang tercipta namun tidak terselesaikan dengan baik,” ujar Elie Aiboy usai laga.

Elie juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim lawan, Persimi Sarmi, yang tampil disiplin dan menyulitkan barisan penyerang Persiker.

Kata Elie, kemenangan ini juga didedikasikan bagi para suporter dan jajaran pemerintah daerah Kabupaten Keerom yang hadir langsung memberikan dukungan, termasuk Ketua Umum Persiker, Piter Gusbager.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya