alexametrics
27.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Performa Atlet Menurun

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat beberapa persiapan atlet yang sedang menjalani training center (TC) jelang PON XX 2020 terganggu. Bahkan beberapa kontingen telah merumahkan para atletnya.

Tak terkecuali, atlet Papua pun mengalami hal serupa. Meski tak sampai di rumahkan, namun atlet Papua yang menjalani TC di Papua dan luar Papua harus mengurangi intensitas latihan dan waktu latihan.

Ketua Harian Perserosi Papua, Jefry Abel mengatakan, bahwa dengan Pandemi Covid-19, atlet Perserosi Papua yang sedang menjalani TC di Pulau Jawa harus menjalani program TC mandiri.

“Secara umum, pelatda sepatu roda diseluruh Indonesia melakukan program TC mandiri, bahkan beberapa pengprov sepatu roda memulangkan atlitnya mengingat keterbatasan penggunaan fasilitas olahraga seperti track untuk latihan,” ungkap Jefri kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (13/4).

Baca Juga :  Bersukur Tidak Ada Piala Presiden

“Khusus atlit Sepatu Roda Papua, sejak awal bulan April, atlit dan pelatih kami di cabor Sepatu Rkda melakukan latihan mandiri, agar tetap bugar dan sehat,” sambungnya.

Ia tak menampik jika Pandemi Covid-19 membuat performa atletnya menurun. Kata Jefri, Covid-19 mengakibatkan program latihan mereka tidak maksimal. “Yang jelas dengan pandemi covid-19 ini, mengakibatkan program pelatihan dan periodesasi latihan menjadi menurun,” ujarnya.

“Padahal kalau mengikuti program tanpa adanya covid-19 ini, kami meyakini performa atlit akan semakin membaik dari hari ke hari sehingga kami bisa tampil optimal di PON XX nanti,” tambahnya.

Dirinya juga membeberkan, bahwa mereka enggan kembali ke Papua, dan tetap melakukan latihan mandiri secara tertutup di Pulau Jawa. Apalagi pemerintah Papua sendiri memberlakukan karantina wilayah dengan menutup akses bandara dan pelabuhan untuk penumpang.

Baca Juga :  Papua Juara Umum

“Kami berharap wabah ini cepat berlalu dan kami bisa fokus latihan seperti sediakala,” tandasnya. (eri/gin).

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat beberapa persiapan atlet yang sedang menjalani training center (TC) jelang PON XX 2020 terganggu. Bahkan beberapa kontingen telah merumahkan para atletnya.

Tak terkecuali, atlet Papua pun mengalami hal serupa. Meski tak sampai di rumahkan, namun atlet Papua yang menjalani TC di Papua dan luar Papua harus mengurangi intensitas latihan dan waktu latihan.

Ketua Harian Perserosi Papua, Jefry Abel mengatakan, bahwa dengan Pandemi Covid-19, atlet Perserosi Papua yang sedang menjalani TC di Pulau Jawa harus menjalani program TC mandiri.

“Secara umum, pelatda sepatu roda diseluruh Indonesia melakukan program TC mandiri, bahkan beberapa pengprov sepatu roda memulangkan atlitnya mengingat keterbatasan penggunaan fasilitas olahraga seperti track untuk latihan,” ungkap Jefri kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (13/4).

Baca Juga :  Laga Perdana, PSK Kayo Pulau Raih Poin Penuh

“Khusus atlit Sepatu Roda Papua, sejak awal bulan April, atlit dan pelatih kami di cabor Sepatu Rkda melakukan latihan mandiri, agar tetap bugar dan sehat,” sambungnya.

Ia tak menampik jika Pandemi Covid-19 membuat performa atletnya menurun. Kata Jefri, Covid-19 mengakibatkan program latihan mereka tidak maksimal. “Yang jelas dengan pandemi covid-19 ini, mengakibatkan program pelatihan dan periodesasi latihan menjadi menurun,” ujarnya.

“Padahal kalau mengikuti program tanpa adanya covid-19 ini, kami meyakini performa atlit akan semakin membaik dari hari ke hari sehingga kami bisa tampil optimal di PON XX nanti,” tambahnya.

Dirinya juga membeberkan, bahwa mereka enggan kembali ke Papua, dan tetap melakukan latihan mandiri secara tertutup di Pulau Jawa. Apalagi pemerintah Papua sendiri memberlakukan karantina wilayah dengan menutup akses bandara dan pelabuhan untuk penumpang.

Baca Juga :  Menpora Lepas Gowes Merauke-Sabang

“Kami berharap wabah ini cepat berlalu dan kami bisa fokus latihan seperti sediakala,” tandasnya. (eri/gin).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/