Wednesday, January 28, 2026
28.7 C
Jayapura

Sering Dikonsumsi, Makanan Ini Disebut Berkaitan dengan Risiko Kanker

4. Kopi

Proses sangrai (roasting) biji kopi, khususnya pada fase awal, memicu terbentuknya akrilamida. Kopi dengan tingkat sangrai ringan (light roast) hingga sedang (medium roast) umumnya memiliki kadar akrilamida yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kopi yang disangrai gelap (dark roast). Data menunjukkan bahwa kopi seduh memiliki kandungan 5 hingga 20 µg/L, sementara kopi instan dalam bentuk bubuk dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg.

5. Sereal Sarapan Instan

Jenis sereal seperti wheat crisp, corn flakes, dan produk sejenisnya sering kali diproses melalui pemanggangan suhu tinggi. Pemanggangan tersebut yang kemudian menyebabkan munculnya akrilamida, terutama pada produk yang memiliki kadar gula tinggi dan warna kecokelatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar akrilamida pada produk ini berada di angka 150 hingga 1.200 µg/kg, bervariasi tergantung pada produsen dan metode olahannya. Langkah yang bijak untuk kesehatan yaitu dengan mengganti sereal kemasan dengan biji-bijian tradisional seperti oat, dan lainnya. (*)

Baca Juga :  Dinkes Jayawijaya Pastikan Program CKG Lebih Optimal di 2026

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

4. Kopi

Proses sangrai (roasting) biji kopi, khususnya pada fase awal, memicu terbentuknya akrilamida. Kopi dengan tingkat sangrai ringan (light roast) hingga sedang (medium roast) umumnya memiliki kadar akrilamida yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kopi yang disangrai gelap (dark roast). Data menunjukkan bahwa kopi seduh memiliki kandungan 5 hingga 20 µg/L, sementara kopi instan dalam bentuk bubuk dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg.

5. Sereal Sarapan Instan

Jenis sereal seperti wheat crisp, corn flakes, dan produk sejenisnya sering kali diproses melalui pemanggangan suhu tinggi. Pemanggangan tersebut yang kemudian menyebabkan munculnya akrilamida, terutama pada produk yang memiliki kadar gula tinggi dan warna kecokelatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar akrilamida pada produk ini berada di angka 150 hingga 1.200 µg/kg, bervariasi tergantung pada produsen dan metode olahannya. Langkah yang bijak untuk kesehatan yaitu dengan mengganti sereal kemasan dengan biji-bijian tradisional seperti oat, dan lainnya. (*)

Baca Juga :  Ingin Menurunkan Berat Badan di Tahun 2026? Ikuti Metode Sederhana Ini

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya