Thursday, February 19, 2026
25.2 C
Jayapura

Ngopi di Bulan Puasa Takut GERD Kambuh? Begini Tips dan Solusi Amannya

JAKARTA – Bagi sebagian orang, kopi adalah bagian dari rutinitas yang sulit dilepaskan. Namun saat menjalani puasa, muncul kekhawatiran bahwa konsumsi kopi dapat memicu GERD kambuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup esofagus bagian bawah. Kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala pada individu yang sensitif.

Karena itu, penting bagi Anda memahami waktu dan cara konsumsi kopi yang tepat. Dengan strategi yang sesuai, Anda tetap dapat menikmati kopi tanpa meningkatkan risiko gangguan lambung selama puasa. Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Senin (16/02).Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat sekaligus dapat meningkatkan sekresi asam lambung.

Baca Juga :  Kematian Irene Bukti Gagalnya Sistem Kesehatan Papua

Pada individu dengan riwayat GERD, kondisi ini berpotensi memicu sensasi panas di dada, nyeri ulu hati, dan rasa asam di mulut. Saat berpuasa, lambung berada dalam keadaan kosong selama berjam-jam. Produksi asam tetap berlangsung meskipun tidak ada asupan makanan. Jika kopi dikonsumsi dalam kondisi tersebut, iritasi dapat meningkat dan memicu refluks.

Karena itu, bukan hanya jumlah kopi yang perlu diperhatikan, tetapi juga waktu konsumsinya agar risiko kambuh dapat diminimalkan.Mengonsumsi kopi saat sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi ringan karena efek diuretiknya. Selain itu, kafein dalam kondisi perut kosong dapat memperparah refluks asam lambung. Pilihan yang lebih aman adalah mengonsumsi kopi setelah berbuka dan setelah makanan utama masuk ke lambung.Makanan berfungsi sebagai penyangga sehingga paparan asam tidak langsung mengenai dinding lambung.

Batasi konsumsi dalam jumlah moderat dan hindari minum kopi terlalu larut malam agar kualitas tidur tetap terjaga. Pola tidur yang baik juga berperan dalam mengendalikan gejala GERD. Makan dalam porsi besar saat sahur tidak menjamin anda lebih tahan lapar. Justru, lambung yang terlalu penuh dapat meningkatkan tekanan intraabdomen dan memicu refluks. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, serta serat yang cukup.

Baca Juga :  Hukum Niat Puasa, Boleh Berniat untuk Sebulan Penuh, tapi Biasakan Setiap Hari

Hindari makanan terlalu pedas, berlemak tinggi, dan asam karena dapat merangsang produksi asam lambung. Jika Anda memiliki riwayat GERD kronis, konsultasikan penggunaan obat penurun asam lambung kepada dokter. Konsumsi obat sesuai anjuran dapat membantu mengontrol gejala selama puasa.Air putih tetap menjadi pilihan utama saat berbuka. Anda dapat memulai dengan air hangat atau suhu ruang untuk memberikan sensasi nyaman pada kerongkongan.

JAKARTA – Bagi sebagian orang, kopi adalah bagian dari rutinitas yang sulit dilepaskan. Namun saat menjalani puasa, muncul kekhawatiran bahwa konsumsi kopi dapat memicu GERD kambuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup esofagus bagian bawah. Kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala pada individu yang sensitif.

Karena itu, penting bagi Anda memahami waktu dan cara konsumsi kopi yang tepat. Dengan strategi yang sesuai, Anda tetap dapat menikmati kopi tanpa meningkatkan risiko gangguan lambung selama puasa. Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Senin (16/02).Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat sekaligus dapat meningkatkan sekresi asam lambung.

Baca Juga :  Minum Oralit ketika Sahur dapat Membantu Anda Menjalani Puasa Lebih Tahan Lama

Pada individu dengan riwayat GERD, kondisi ini berpotensi memicu sensasi panas di dada, nyeri ulu hati, dan rasa asam di mulut. Saat berpuasa, lambung berada dalam keadaan kosong selama berjam-jam. Produksi asam tetap berlangsung meskipun tidak ada asupan makanan. Jika kopi dikonsumsi dalam kondisi tersebut, iritasi dapat meningkat dan memicu refluks.

Karena itu, bukan hanya jumlah kopi yang perlu diperhatikan, tetapi juga waktu konsumsinya agar risiko kambuh dapat diminimalkan.Mengonsumsi kopi saat sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi ringan karena efek diuretiknya. Selain itu, kafein dalam kondisi perut kosong dapat memperparah refluks asam lambung. Pilihan yang lebih aman adalah mengonsumsi kopi setelah berbuka dan setelah makanan utama masuk ke lambung.Makanan berfungsi sebagai penyangga sehingga paparan asam tidak langsung mengenai dinding lambung.

Batasi konsumsi dalam jumlah moderat dan hindari minum kopi terlalu larut malam agar kualitas tidur tetap terjaga. Pola tidur yang baik juga berperan dalam mengendalikan gejala GERD. Makan dalam porsi besar saat sahur tidak menjamin anda lebih tahan lapar. Justru, lambung yang terlalu penuh dapat meningkatkan tekanan intraabdomen dan memicu refluks. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, serta serat yang cukup.

Baca Juga :  Hukum Niat Puasa, Boleh Berniat untuk Sebulan Penuh, tapi Biasakan Setiap Hari

Hindari makanan terlalu pedas, berlemak tinggi, dan asam karena dapat merangsang produksi asam lambung. Jika Anda memiliki riwayat GERD kronis, konsultasikan penggunaan obat penurun asam lambung kepada dokter. Konsumsi obat sesuai anjuran dapat membantu mengontrol gejala selama puasa.Air putih tetap menjadi pilihan utama saat berbuka. Anda dapat memulai dengan air hangat atau suhu ruang untuk memberikan sensasi nyaman pada kerongkongan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya