Monday, January 12, 2026
28.3 C
Jayapura

Bukan Sekadar Merusak Rambut, Sering Warnai Rambut Berpotensi Kanker

JAKARTA – Mewarnai rambut merupakan sebuah tindakan modifikasi warna asli rambut dengan memanfaatkan produk pewarna tertentu, yang umumnya dilakukan untuk menunjang estetika penampilan atau sekadar menyamarkan rambut putih (uban). Mewarnai rambut dapat dieksekusi oleh tenaga ahli di salon kecantikan maupun dilakukan secara mandiri di kediaman masing-masing menggunakan produk cat rambut kemasan yang praktis.

Ditinjau dari masa ketahanan warnanya, produk pewarna rambut secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni pewarna temporer, semi permanen, dan permanen.Terdapat korelasi antara durasi ketahanan warna dengan intensitas bahan kimia yang terkandung semakin awet warna tersebut menempel, maka semakin tinggi pula konsentrasi zat kimia di dalamnya.

Baca Juga :  Manfaat Zakat untuk Kemajuan Dunia Pendidikan Nasional

Zat-zat kimia seperti para-phenylenediamine (PPD), timbal asetat, serta hidrogen peroksida yang terkandung dalam produk tersebut berisiko merampas kelembapan alami rambut, sehingga menjadikannya rapuh dan gersang. Potensi kerusakan rambut akan meningkat tajam apabila prosedur pewarnaan tidak dibarengi dengan upaya pemeliharaan rambut yang memadai.

Memahami metodologi perawatan rambut sangatlah vital bagi siapa pun yang berencana mengganti warna rambut guna meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul. Secara anatomi, rambut terbagi atas bagian akar dan batang, di mana proses deposisi warna hanya menyasar bagian batang rambut saja. Batang rambut sendiri tersusun atas tiga lapisan utama: medula yang berada di posisi terdalam dan berbentuk rongga; kutikula yang merupakan lapisan pelindung dari sel-sel keras; serta korteks yang menyimpan pigmen alami sebagai penentu warna asli rambut seseorang.

Baca Juga :  Nanti Malam Undi Nomor Urut Capres-Cawapres, Tiga Paslon Dikawal 444 Personel

Ketika produk pewarna diaplikasikan, zat kimia di dalamnya akan bekerja dengan cara mengeliminasi pigmen warna orisinal pada lapisan korteks dan menyisipkan pigmen warna yang baru. Umumnya, cairan pewarna rambut melibatkan bahan kimia seperti peroksida dan amonia yang berperan krusial dalam memfasilitasi transformasi warna tersebut. Meskipun bahan kimia dalam cat rambut berfungsi untuk mengunci warna agar bertahan lama, zat-zat tersebut tanpa disadari dapat terserap ke dalam sistem tubuh.

JAKARTA – Mewarnai rambut merupakan sebuah tindakan modifikasi warna asli rambut dengan memanfaatkan produk pewarna tertentu, yang umumnya dilakukan untuk menunjang estetika penampilan atau sekadar menyamarkan rambut putih (uban). Mewarnai rambut dapat dieksekusi oleh tenaga ahli di salon kecantikan maupun dilakukan secara mandiri di kediaman masing-masing menggunakan produk cat rambut kemasan yang praktis.

Ditinjau dari masa ketahanan warnanya, produk pewarna rambut secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni pewarna temporer, semi permanen, dan permanen.Terdapat korelasi antara durasi ketahanan warna dengan intensitas bahan kimia yang terkandung semakin awet warna tersebut menempel, maka semakin tinggi pula konsentrasi zat kimia di dalamnya.

Baca Juga :  Dorong Penyediaan Tenaga Lab  Kesehatan yang Handal

Zat-zat kimia seperti para-phenylenediamine (PPD), timbal asetat, serta hidrogen peroksida yang terkandung dalam produk tersebut berisiko merampas kelembapan alami rambut, sehingga menjadikannya rapuh dan gersang. Potensi kerusakan rambut akan meningkat tajam apabila prosedur pewarnaan tidak dibarengi dengan upaya pemeliharaan rambut yang memadai.

Memahami metodologi perawatan rambut sangatlah vital bagi siapa pun yang berencana mengganti warna rambut guna meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul. Secara anatomi, rambut terbagi atas bagian akar dan batang, di mana proses deposisi warna hanya menyasar bagian batang rambut saja. Batang rambut sendiri tersusun atas tiga lapisan utama: medula yang berada di posisi terdalam dan berbentuk rongga; kutikula yang merupakan lapisan pelindung dari sel-sel keras; serta korteks yang menyimpan pigmen alami sebagai penentu warna asli rambut seseorang.

Baca Juga :  Selama Puasa, 13 Masjid Berhasil Dikunjungi

Ketika produk pewarna diaplikasikan, zat kimia di dalamnya akan bekerja dengan cara mengeliminasi pigmen warna orisinal pada lapisan korteks dan menyisipkan pigmen warna yang baru. Umumnya, cairan pewarna rambut melibatkan bahan kimia seperti peroksida dan amonia yang berperan krusial dalam memfasilitasi transformasi warna tersebut. Meskipun bahan kimia dalam cat rambut berfungsi untuk mengunci warna agar bertahan lama, zat-zat tersebut tanpa disadari dapat terserap ke dalam sistem tubuh.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya