Penggunaan yang berlebihan dan dilakukan secara kontinu dapat mengancam integritas rambut serta kesehatan tubuh secara umum. Mengacu pada penjelasan Alodokter, berikut adalah deretan risiko kesehatan yang patut dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk mewarnai rambut:
1. Kerusakan Struktur dan Kerontokan Rambut
Dalam proses menciptakan rona baru, bahan kimia akan mengikis kandungan protein alami yang ada pada batang rambut agar pigmen buatan bisa masuk. Hal ini mengakibatkan perubahan struktur rambut yang pada akhirnya membuat batang rambut menjadi lemah, terasa kasar, kering, hingga memicu kerontokan. Risiko ini akan menjadi lebih parah jika manajemen perawatan pasca-pewarnaan diabaikan.
2. Masalah Iritasi pada Kulit Kepala
Senyawa para-phenylenediamine (PPD) dikenal sebagai pemicu iritasi kulit, terutama pada area kepala. Kontak langsung antara zat ini dengan kulit kepala dapat menimbulkan berbagai reaksi negatif seperti pembengkakan, kulit yang pecah-pecah dan kering, munculnya lepuhan, kemerahan, hingga sensasi panas terbakar.
3. Reaksi Alergi
PPD Kandungan zat para-phenylenediamine juga sering kali menjadi dalang di balik munculnya reaksi alergi. Bagi individu yang memiliki sensitivitas tinggi, paparan PPD maupun hidrogen peroksida dapat memicu ruam kemerahan serta gatal-gatal pada area wajah dan kepala. Dalam skenario yang lebih ekstrem, alergi ini bisa berujung pada anafilaksis, sebuah kondisi gawat darurat yang ditandai dengan pusing hebat, ruam kulit meluas, hingga pembengkakan pada bagian tangan, kaki, bibir, dan mata. Jika saluran pernapasan ikut membengkak dan menyebabkan sesak napas, bantuan medis harus segera didapatkan.
4. Gangguan pada Indera Penglihatan
Cipratan cairan cat rambut yang tidak sengaja mengenai mata harus segera dibersihkan secara tuntas. Jika residu kimia tersebut dibiarkan, dampaknya bisa bervariasi mulai dari iritasi dan mata merah hingga kerusakan mata permanen atau kebutaan, tergantung pada volume paparan dan jenis zat kimia yang mengenai mata.
5. Potensi Risiko Kanker
Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti, kaitan antara penggunaan pewarna rambut dengan risiko kanker tetap perlu diwaspadai. Beberapa zat kimia seperti coal tar, timbal asetat, dan PPD diduga memiliki sifat karsinogenik. Beberapa studi menunjukkan adanya potensi peningkatan risiko kanker kandung kemih, kanker payudara, limfoma, hingga leukemia pada pengguna tertentu. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos