Di Kalbar, MPA telah terlibat dalam operasi bersama petugas. BNPB mencatat MPA termasuk dalam tim gabungan yang melakukan pemadaman, pembasahan gambut, dan penyisiran titik asap pada awal September.
Tim tersebut menggunakan selang, pompa air, tandon, serta embung buatan di lokasi yang kekurangan sumber air. Namun, laporan itu belum merinci waktu yang dibutuhkan warga untuk menemukan api atau kecukupan peralatan MPA di tiap desa. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan ilmuwan akan dilibatkan dalam pemetaan gambut dan penyusunan kebijakan berbasis penelitian. Pengetahuan masyarakat setempat juga perlu menjadi rujukan agar pemanfaatan lahan sesuai dengan kondisi ekosistemnya.
Pertemuan tersebut turut membahas kesiapan pemadaman di darat. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan salah satu usul yang muncul ialah menyediakan sumber air di dekat lokasi rawan melalui pengeboran dangkal dan pompa portabel. Para pakar juga menekankan pentingnya menjaga vegetasi dan muka air agar gambut tidak mengering.Kedalaman muka air tanah menjadi salah satu ukuran penting.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016 memasukkan muka air tanah lebih dari 40 sentimeter di bawah permukaan gambut sebagai salah satu kriteria kerusakan ekosistem gambut pada fungsi budidaya. Ketika air turun dan lapisan gambut mengering, bahan organik di dalamnya semakin rentan terbakar. Angka 40 sentimeter tersebut merupakan kriteria dalam peraturan, bukan hasil pengukuran terbaru di lokasi kebakaran Kalbar.
Pemerintah juga membahas mata pencaharian yang sesuai dengan lahan gambut. Arif menyebut sagu, kopi, dan sejumlah tanaman hortikultura sebagai pilihan yang perlu dinilai berdasarkan kondisi setempat. Skala pekerjaan di Kalbar besar. Profil daerah Pemerintah Provinsi Kalbar mencatat 1.543.752 hektare tanah bertekstur gambut.
Angka dalam profil tersebut perlu dibaca sesuai kategorinya dan tidak serta-merta menggambarkan luas kawasan gambut yang akan ditangani BPGMN. Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menyebut luas lahan yang telah terbakar di Kalbar mencapai 38.310 hektare per 4 September 2026.
Di Kalbar, MPA telah terlibat dalam operasi bersama petugas. BNPB mencatat MPA termasuk dalam tim gabungan yang melakukan pemadaman, pembasahan gambut, dan penyisiran titik asap pada awal September.
Tim tersebut menggunakan selang, pompa air, tandon, serta embung buatan di lokasi yang kekurangan sumber air. Namun, laporan itu belum merinci waktu yang dibutuhkan warga untuk menemukan api atau kecukupan peralatan MPA di tiap desa. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan ilmuwan akan dilibatkan dalam pemetaan gambut dan penyusunan kebijakan berbasis penelitian. Pengetahuan masyarakat setempat juga perlu menjadi rujukan agar pemanfaatan lahan sesuai dengan kondisi ekosistemnya.
Pertemuan tersebut turut membahas kesiapan pemadaman di darat. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan salah satu usul yang muncul ialah menyediakan sumber air di dekat lokasi rawan melalui pengeboran dangkal dan pompa portabel. Para pakar juga menekankan pentingnya menjaga vegetasi dan muka air agar gambut tidak mengering.Kedalaman muka air tanah menjadi salah satu ukuran penting.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016 memasukkan muka air tanah lebih dari 40 sentimeter di bawah permukaan gambut sebagai salah satu kriteria kerusakan ekosistem gambut pada fungsi budidaya. Ketika air turun dan lapisan gambut mengering, bahan organik di dalamnya semakin rentan terbakar. Angka 40 sentimeter tersebut merupakan kriteria dalam peraturan, bukan hasil pengukuran terbaru di lokasi kebakaran Kalbar.
Pemerintah juga membahas mata pencaharian yang sesuai dengan lahan gambut. Arif menyebut sagu, kopi, dan sejumlah tanaman hortikultura sebagai pilihan yang perlu dinilai berdasarkan kondisi setempat. Skala pekerjaan di Kalbar besar. Profil daerah Pemerintah Provinsi Kalbar mencatat 1.543.752 hektare tanah bertekstur gambut.
Angka dalam profil tersebut perlu dibaca sesuai kategorinya dan tidak serta-merta menggambarkan luas kawasan gambut yang akan ditangani BPGMN. Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menyebut luas lahan yang telah terbakar di Kalbar mencapai 38.310 hektare per 4 September 2026.