Tuesday, January 27, 2026
26.9 C
Jayapura

Mengapa Balon Gas Tawa Jadi Tren Global?

Dari Dapur ke Lantai Klub Malam, Ada Maut di Balik Mabuk “Whip Pink”

JAKARTA – Fenomena balon berisi gas tawa yang kerap terlihat di kawasan hiburan malam dunia kini kembali menjadi perhatian serius publik. Di balik sensasi “mabuk singkat”, Nitrous Oxide atau N₂O justru menyimpan risiko kematian mendadak hingga kerusakan saraf permanen. Isu ini mencuat tajam setelah kematian mendadak selebgram Lula Lahfah ramai dikaitkan netizen dengan dugaan penyalahgunaan gas tawa berlabel Whip Pink.

Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan belum menemukan barang bukti Nitrous Oxide saat olah TKP di lokasi. “Sampai saat ini belum ditemukan barang bukti berupa Whip Pink atau gas tawa di lokasi,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih, Sabtu (24/1/2026), dilansir dari JawaPos.com.

Baca Juga :  Menyoal Komposisi Pimpinan DPR RI, Puan Maharani Jadi Ketua untuk Kedua Kali

Namun kasus ini membuka kembali diskusi publik mengenai bahaya gas tawa yang selama ini kerap dianggap sepele.

Dalam dunia kuliner, alat ini digunakan oleh koki dan barista profesional untuk membuat whipped cream dengan cepat. Di dalam tabung kecilnya terdapat Nitrous Oxide yang berfungsi mengembangkan krim secara instan.

Masalah muncul ketika gas tersebut dialihfungsikan untuk konsumsi rekreasional. Gas N₂O dihirup melalui balon dan menghasilkan sensasi euforia singkat, pusing ringan, hingga perasaan melayang.Efek cepat dan harga murah membuatnya populer di kalangan anak muda, terutama di klub malam dan festival musik.

Dari Dapur ke Lantai Klub Malam, Ada Maut di Balik Mabuk “Whip Pink”

JAKARTA – Fenomena balon berisi gas tawa yang kerap terlihat di kawasan hiburan malam dunia kini kembali menjadi perhatian serius publik. Di balik sensasi “mabuk singkat”, Nitrous Oxide atau N₂O justru menyimpan risiko kematian mendadak hingga kerusakan saraf permanen. Isu ini mencuat tajam setelah kematian mendadak selebgram Lula Lahfah ramai dikaitkan netizen dengan dugaan penyalahgunaan gas tawa berlabel Whip Pink.

Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan belum menemukan barang bukti Nitrous Oxide saat olah TKP di lokasi. “Sampai saat ini belum ditemukan barang bukti berupa Whip Pink atau gas tawa di lokasi,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih, Sabtu (24/1/2026), dilansir dari JawaPos.com.

Baca Juga :  Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp 3 Miliar

Namun kasus ini membuka kembali diskusi publik mengenai bahaya gas tawa yang selama ini kerap dianggap sepele.

Dalam dunia kuliner, alat ini digunakan oleh koki dan barista profesional untuk membuat whipped cream dengan cepat. Di dalam tabung kecilnya terdapat Nitrous Oxide yang berfungsi mengembangkan krim secara instan.

Masalah muncul ketika gas tersebut dialihfungsikan untuk konsumsi rekreasional. Gas N₂O dihirup melalui balon dan menghasilkan sensasi euforia singkat, pusing ringan, hingga perasaan melayang.Efek cepat dan harga murah membuatnya populer di kalangan anak muda, terutama di klub malam dan festival musik.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya