alexametrics
26.7 C
Jayapura
Monday, August 8, 2022

Mega Masih Simpan Nama Capres

Tak Hanya Elektoral, Sosok Harus Kuat Ideologi

JAKARTA-Isu terkait sosok calon presiden sempat mengemuka di awal pembukaan rapat kerja nasional (rakernas) II PDI Perjuangan (PDIP). Namun, hingga penutupan Kamis (23/6), belum terungkap siapa capres yang akan diusung partai banteng pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan, dirinya sering ditanya kapan partainya melakukan deklarasi capres dan cawapres 2024. Dia pun meminta agar mereka yang bertanya itu bersabar menunggu saat pengumuman resmi. ”Waktunya masih dua tahun lagi, boleh dong saya umpetin (sembunyikan, Red),” terangnya dalam penutupan rakernas di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, kemarin.

Sebagai ketua umum partai, dirinya diberikan hak prerogratif dalam memutuskan nama capres dan cawapres yang akan diusung dalam pemilu. Sebenarnya, kata dia, hak prerogratif itu bukan hanya dalam menentukan capres, tapi lebih luas dari itu, yaitu dalam memimpin partai wong cilik itu.

Baca Juga :  Ricky Nelson Selangkah Lagi Tukangi Persipura 

Presiden RI Kelima itu mengatakan, tidak mudah mencari sosok pemimpin. Memilih calon pemimpin bukan hanya soal elektoral saja, tapi juga harus dilihat dari sisi ideologi dan kemampuannya dalam memimpin. Pemimpin harus kuat secara ideologi, dan mumpuni dalam tata kelola pemerintahan.

Selain itu, pemimpin juga harus bisa memahami alam pikir dan perasaan rakyatnya. Dia juga harus kokoh berdiri pada kehendak rakyat, menjadi bintang penuntun dan mengetahui hendak dibawa kemana arah bangsa ke depannya. ”Bicara pemimpin tidak lepas dari sosok Bung Karno yang kokoh bersama rakyat dan diperhitungkan dunia internasional,” ujarnya.

Sebagai politikus kawakan, Megawati siap menentukan calon pemimpin itu. Berbeka; pengalaman, dia meyakini bisa melihat sosok yang layak tersebut. ”Bukan saya bisa meramal, tapi bisa melihat lebih dalam,” ungkapnya. Dia memberikan contoh ketika dirinya memilih Joko Widodo sebagai capres. Saat itu, dia dicibir dan diremehkan, tapi ternyata pilihannya tepat. Jokowi terbukti sebagai presiden yang kuat.

Baca Juga :  Harga BBM Non Subsidi Naik

Dalam penutupan kemarin, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan kesempatan kepada sejumlah pengurus dan kader untuk tampil membacakan poin-poin rakernas II. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia didapuk membacakan hasil rakernas II terkait ideologi, sistem politik, dan pemilu.

Sementara itu, Ketua DPP Puan Maharani mengatakan, dalam rakernas, partainya berkomitmen bersama melaksanaan tahapan pemilu sesuai jadwal. Selain itu, PDIP akan solid bekerja ke bawah dengan tiga pilarnya dan tentu saja mengedepankan semua program kesejahteraan rakyat.

Pihaknya juga meminta penyelenggara pemilu berkomitmen menjaga situasi kondusif pelaksanaan pesta demokrasi dua tahun mendatang. ”Yang terpenting bagaimana pemilu bisa berjalan dengan damai dan menjaga kesatuan dan persatuan,” tegasnya. (lum/bay/JPG)

Tak Hanya Elektoral, Sosok Harus Kuat Ideologi

JAKARTA-Isu terkait sosok calon presiden sempat mengemuka di awal pembukaan rapat kerja nasional (rakernas) II PDI Perjuangan (PDIP). Namun, hingga penutupan Kamis (23/6), belum terungkap siapa capres yang akan diusung partai banteng pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan, dirinya sering ditanya kapan partainya melakukan deklarasi capres dan cawapres 2024. Dia pun meminta agar mereka yang bertanya itu bersabar menunggu saat pengumuman resmi. ”Waktunya masih dua tahun lagi, boleh dong saya umpetin (sembunyikan, Red),” terangnya dalam penutupan rakernas di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, kemarin.

Sebagai ketua umum partai, dirinya diberikan hak prerogratif dalam memutuskan nama capres dan cawapres yang akan diusung dalam pemilu. Sebenarnya, kata dia, hak prerogratif itu bukan hanya dalam menentukan capres, tapi lebih luas dari itu, yaitu dalam memimpin partai wong cilik itu.

Baca Juga :  KPU Libatkan PT Pos Kirim Logistik Pemilu

Presiden RI Kelima itu mengatakan, tidak mudah mencari sosok pemimpin. Memilih calon pemimpin bukan hanya soal elektoral saja, tapi juga harus dilihat dari sisi ideologi dan kemampuannya dalam memimpin. Pemimpin harus kuat secara ideologi, dan mumpuni dalam tata kelola pemerintahan.

Selain itu, pemimpin juga harus bisa memahami alam pikir dan perasaan rakyatnya. Dia juga harus kokoh berdiri pada kehendak rakyat, menjadi bintang penuntun dan mengetahui hendak dibawa kemana arah bangsa ke depannya. ”Bicara pemimpin tidak lepas dari sosok Bung Karno yang kokoh bersama rakyat dan diperhitungkan dunia internasional,” ujarnya.

Sebagai politikus kawakan, Megawati siap menentukan calon pemimpin itu. Berbeka; pengalaman, dia meyakini bisa melihat sosok yang layak tersebut. ”Bukan saya bisa meramal, tapi bisa melihat lebih dalam,” ungkapnya. Dia memberikan contoh ketika dirinya memilih Joko Widodo sebagai capres. Saat itu, dia dicibir dan diremehkan, tapi ternyata pilihannya tepat. Jokowi terbukti sebagai presiden yang kuat.

Baca Juga :  Pastikan Dana JHT Tak Dipakai Pemerintah

Dalam penutupan kemarin, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan kesempatan kepada sejumlah pengurus dan kader untuk tampil membacakan poin-poin rakernas II. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia didapuk membacakan hasil rakernas II terkait ideologi, sistem politik, dan pemilu.

Sementara itu, Ketua DPP Puan Maharani mengatakan, dalam rakernas, partainya berkomitmen bersama melaksanaan tahapan pemilu sesuai jadwal. Selain itu, PDIP akan solid bekerja ke bawah dengan tiga pilarnya dan tentu saja mengedepankan semua program kesejahteraan rakyat.

Pihaknya juga meminta penyelenggara pemilu berkomitmen menjaga situasi kondusif pelaksanaan pesta demokrasi dua tahun mendatang. ”Yang terpenting bagaimana pemilu bisa berjalan dengan damai dan menjaga kesatuan dan persatuan,” tegasnya. (lum/bay/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/