Makna lapar saat puasa Ramadhan dalam membentuk keikhlasan juga terletak pada kesadaran bahwa manusia sangat bergantung kepada Allah. Makanan yang biasanya mudah didapat, ternyata begitu berharga ketika tidak bisa disentuh. Kesadaran ini melahirkan rasa syukur dan tawakal. Seseorang beribadah bukan karena kebiasaan, tapi karena benar-benar membutuhkan rahmat dan pertolongan-Nya.
Puasa adalah ibadah yang sangat personal. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah seseorang berpuasa dengan sungguh-sungguh atau tidak, kecuali dirinya dan Allah. Oleh karena itu, lapar saat puasa menjadi latihan untuk menjaga niat tetap murni. Dengan menahan diri sepanjang hari, seseorang belajar bahwa keikhlasan bukan sekadar ucapan, melainkan perjuangan batin yang konsisten. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Makna lapar saat puasa Ramadhan dalam membentuk keikhlasan juga terletak pada kesadaran bahwa manusia sangat bergantung kepada Allah. Makanan yang biasanya mudah didapat, ternyata begitu berharga ketika tidak bisa disentuh. Kesadaran ini melahirkan rasa syukur dan tawakal. Seseorang beribadah bukan karena kebiasaan, tapi karena benar-benar membutuhkan rahmat dan pertolongan-Nya.
Puasa adalah ibadah yang sangat personal. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah seseorang berpuasa dengan sungguh-sungguh atau tidak, kecuali dirinya dan Allah. Oleh karena itu, lapar saat puasa menjadi latihan untuk menjaga niat tetap murni. Dengan menahan diri sepanjang hari, seseorang belajar bahwa keikhlasan bukan sekadar ucapan, melainkan perjuangan batin yang konsisten. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q