Friday, February 27, 2026
27.4 C
Jayapura

Komisi V DPR RI Tegaskan Tak Pernah Usulkan Alfamart dan Indomaret Ditutup

JAKARTA– Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa DPR RI tidak pernah mengusulkan penutupan gerai Alfamart dan Indomaret di seluruh Indonesia. Ia menekankan, informasi yang beredar di media sosial terkait dukungan DPR untuk menutup kedua minimarket tersebut sebagai hoaks dan tendensius.

“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret supaya ditutup. Kesimpulan rapat juga akan kami lampirkan sebagai bukti dokumen resmi,” kata Lasarus kepada wartawan, Senin (23/2).

Ia menjelaskan, narasi tersebut beredar melalui unggahan Instagram yang menampilkan foto Ketua DPR RI, Puan Maharani, seolah-olah menyatakan DPR mendukung penutupan Alfamart dan Indomaret.

Baca Juga :  Menteri PANRB Buka Suara Soal Potensi Pelamar CPNS Dirugikan Problem e-Meterai

“Dalam unggahan itu ditampilkan Ibu Puan Maharani yang sangat saya hormati. Saya tegaskan, yang menyampaikan pandangan terkait sebaran Alfamart dan Indomaret adalah saya, bukan Ibu Puan Maharani,” jelasnya.

Lasarus menilai, unggahan tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kepentingan tertentu.

“Sekali lagi saya sampaikan, Instagram yang beredar dengan tulisan ‘DPR DUKUNG MENTERI DESA TUTUP ALFAMART-INDOMARET DEMI KOPERASI DESA’ adalah berita hoaks dan tendensius,” tegasnya.

Lasarus menekankan, pernyataannya dalam rapat didasari keluhan masyarakat, khususnya pedagang toko kelontong yang kesulitan bersaing dengan jaringan ritel modern hingga ke pelosok desa.

Ia mengusulkan agar gerai Alfamart dan Indomaret dibatasi hingga tingkat kabupaten dan kecamatan, bukan ditutup total. Hal itu bertujuan agar distribusi kebutuhan pokok di desa dan dusun dapat dikelola oleh pedagang lokal, BUMDes, atau koperasi desa.

Baca Juga :  Komisi II DPR Bakal Dalami PKPU yang Disesuaikan dengan Putusan MK

“Saya menyampaikan pemikiran supaya Alfamart dan Indomaret cukup sampai kabupaten dan kecamatan saja. Biarlah rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat desa dan dusun memberi kesempatan kepada pedagang sembako serta BUMDes atau koperasi desa,” ujarnya.

JAKARTA– Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa DPR RI tidak pernah mengusulkan penutupan gerai Alfamart dan Indomaret di seluruh Indonesia. Ia menekankan, informasi yang beredar di media sosial terkait dukungan DPR untuk menutup kedua minimarket tersebut sebagai hoaks dan tendensius.

“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret supaya ditutup. Kesimpulan rapat juga akan kami lampirkan sebagai bukti dokumen resmi,” kata Lasarus kepada wartawan, Senin (23/2).

Ia menjelaskan, narasi tersebut beredar melalui unggahan Instagram yang menampilkan foto Ketua DPR RI, Puan Maharani, seolah-olah menyatakan DPR mendukung penutupan Alfamart dan Indomaret.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Berkomitmen Sukseskan Merauke Jadi Lumbung Pangan Nasional

“Dalam unggahan itu ditampilkan Ibu Puan Maharani yang sangat saya hormati. Saya tegaskan, yang menyampaikan pandangan terkait sebaran Alfamart dan Indomaret adalah saya, bukan Ibu Puan Maharani,” jelasnya.

Lasarus menilai, unggahan tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kepentingan tertentu.

“Sekali lagi saya sampaikan, Instagram yang beredar dengan tulisan ‘DPR DUKUNG MENTERI DESA TUTUP ALFAMART-INDOMARET DEMI KOPERASI DESA’ adalah berita hoaks dan tendensius,” tegasnya.

Lasarus menekankan, pernyataannya dalam rapat didasari keluhan masyarakat, khususnya pedagang toko kelontong yang kesulitan bersaing dengan jaringan ritel modern hingga ke pelosok desa.

Ia mengusulkan agar gerai Alfamart dan Indomaret dibatasi hingga tingkat kabupaten dan kecamatan, bukan ditutup total. Hal itu bertujuan agar distribusi kebutuhan pokok di desa dan dusun dapat dikelola oleh pedagang lokal, BUMDes, atau koperasi desa.

Baca Juga :  Demi Piala Asia, PSSI Kebut Proses Naturalisasi Jay Idzes dan Nathan Tjoe

“Saya menyampaikan pemikiran supaya Alfamart dan Indomaret cukup sampai kabupaten dan kecamatan saja. Biarlah rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat desa dan dusun memberi kesempatan kepada pedagang sembako serta BUMDes atau koperasi desa,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya