alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Pilih Capres yang Berdampak ke PKS

Rabu Besok, Gelar Pertemuan dengan Surya Paloh

JAKARTA-Partai Keadilan Sejahtera nampaknya akan selektif dalam menentukan sosok calon presiden. Kendati nama Anies Baswedan kondang di level internal, PKS belum memastikan akan mengusung Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Hal tersebut disinggung oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS M Sohibul Iman dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin (20/6). Sohibul menyatakan, rapimnas akan menjadi forum untuk mendengarkan suara daerah. Yakni sosok mana yang mampu memberikan dampak kepada PKS. Dalam hal ini, memberi kontribusi perolehan suara.

”Menurut mereka di daerah masing-masing itu capres yang kondusif untuk memberikan coattail effect kepada PKS kira-kira siapa saja,” kata Sohibul.

Menurut Sohibul, PKS juga memiliki survei internal. Dimana, Anies Baswedan menjadi capres paling populer. Selain Anies, masih ada dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Nama lain yang juga muncul adalah Menteri Parekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca Juga :  Mahfud Klaim Sudah Sesuai Aturan

”Kalau ke pak Anies sekitar 60-an, pak Prabowo masih punya sekitar 20 persenan, ada pak Sandi dan juga ada beberapa persen kecil ke pak Ganjar,” jelasnya. Meski begitu, Sohibul menegaskan nama-nama itu bukan usulan dalam Rapimnas, melainkan hanya sebatas survei internal.

Sohibul menambahkan, usai Rapimnas, PKS berencana akan bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pertemuan itu akan digelar pada Rabu (22/6) besok di Kantor DPP Partai NasDem.

Menurut dia, pertemuan itu tidak ada kaitannya dengan hasil rakernas Partai Nasdem. Dimana salah satu keputusan rakernas adalah mengusung Anies sebagai capres bersama dengan Panglima TNI Andika Perkasa dan Ganjar.

Rencana pertemuan itu sudah digagas jauh hari sebelum rakernas, namun Surya menginginkan agar pertemuan dengan PKS dilakukan setelah rakernas. Sohibul mengatakan, dirinya yang akan memimpin rombongan PKS untuk bertemu dengan Surya. ”Ini dalam proses penjajakan,” pungkasnya.

Baca Juga :  RUU TPKS Disahkan Jadi UU,  DPR Kawal Implementasinya

PDIP Gelar Rakernas Hybrid

Selain PKS, PDI Perjuangan (PDIP) juga akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas) II mulai besok (21/6) hingga Kamis (23/6). Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan membuka rapat tersebut. Presiden Joko Widodo juga akan hadir dan memberi kata sambutan.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pelaksanaan rakernas sebenarnya mundur dari jadwal awal. Seharusnya forum tersebut dilaksanakan tahun lalu. Pandemi menjadi alasan penundaan rakernas, ditambah sikap untuk menunggu kepastian tahapan pemilu.

Rakernas PDIP akan diselenggarakan dengan sederhana di Gedung Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pelaksanaannya masih menggunakan metode hybrid. Perwakilan pengurus daerah yang hadir di Jakarta, hanya ketua, sekretaris, dan bendahara DPD Partai.

”Sementara pengurus daerah lainnya di setiap tingkatan, dapat mengikuti secara daring pada saat pembukaan dan penutupan rakernas,” papar Hasto. (lum/bay/JPG)

Rabu Besok, Gelar Pertemuan dengan Surya Paloh

JAKARTA-Partai Keadilan Sejahtera nampaknya akan selektif dalam menentukan sosok calon presiden. Kendati nama Anies Baswedan kondang di level internal, PKS belum memastikan akan mengusung Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Hal tersebut disinggung oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS M Sohibul Iman dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin (20/6). Sohibul menyatakan, rapimnas akan menjadi forum untuk mendengarkan suara daerah. Yakni sosok mana yang mampu memberikan dampak kepada PKS. Dalam hal ini, memberi kontribusi perolehan suara.

”Menurut mereka di daerah masing-masing itu capres yang kondusif untuk memberikan coattail effect kepada PKS kira-kira siapa saja,” kata Sohibul.

Menurut Sohibul, PKS juga memiliki survei internal. Dimana, Anies Baswedan menjadi capres paling populer. Selain Anies, masih ada dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Nama lain yang juga muncul adalah Menteri Parekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca Juga :  Turunkan Alat Berat ke Jayapura

”Kalau ke pak Anies sekitar 60-an, pak Prabowo masih punya sekitar 20 persenan, ada pak Sandi dan juga ada beberapa persen kecil ke pak Ganjar,” jelasnya. Meski begitu, Sohibul menegaskan nama-nama itu bukan usulan dalam Rapimnas, melainkan hanya sebatas survei internal.

Sohibul menambahkan, usai Rapimnas, PKS berencana akan bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pertemuan itu akan digelar pada Rabu (22/6) besok di Kantor DPP Partai NasDem.

Menurut dia, pertemuan itu tidak ada kaitannya dengan hasil rakernas Partai Nasdem. Dimana salah satu keputusan rakernas adalah mengusung Anies sebagai capres bersama dengan Panglima TNI Andika Perkasa dan Ganjar.

Rencana pertemuan itu sudah digagas jauh hari sebelum rakernas, namun Surya menginginkan agar pertemuan dengan PKS dilakukan setelah rakernas. Sohibul mengatakan, dirinya yang akan memimpin rombongan PKS untuk bertemu dengan Surya. ”Ini dalam proses penjajakan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jokowi Serahkan BLT Migor

PDIP Gelar Rakernas Hybrid

Selain PKS, PDI Perjuangan (PDIP) juga akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas) II mulai besok (21/6) hingga Kamis (23/6). Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan membuka rapat tersebut. Presiden Joko Widodo juga akan hadir dan memberi kata sambutan.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pelaksanaan rakernas sebenarnya mundur dari jadwal awal. Seharusnya forum tersebut dilaksanakan tahun lalu. Pandemi menjadi alasan penundaan rakernas, ditambah sikap untuk menunggu kepastian tahapan pemilu.

Rakernas PDIP akan diselenggarakan dengan sederhana di Gedung Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pelaksanaannya masih menggunakan metode hybrid. Perwakilan pengurus daerah yang hadir di Jakarta, hanya ketua, sekretaris, dan bendahara DPD Partai.

”Sementara pengurus daerah lainnya di setiap tingkatan, dapat mengikuti secara daring pada saat pembukaan dan penutupan rakernas,” papar Hasto. (lum/bay/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/