Lentera Ramadan
IKTIKAF merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, terutama saat memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ibadah ini menjadi momen bagi umat Muslim untuk menarik diri sejenak dari kesibukan duniawi dan fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT di dalam masjid.
Pengertian Iktikaf
Secara bahasa, iktikaf berarti berdiam diri atau menetap pada sesuatu. Sedangkan secara istilah syariat, iktikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Dilansir dari muhammadiyah.or.id, iktikaf tidak hanya sekadar duduk diam di dalam masjid. Ibadah ini hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan positif seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta melakukan muhasabah diri.
Hukum Iktikaf
Secara umum, hukum asal iktikaf adalah sunnah. Namun, ibadah ini sangat dianjurkan di 10 hari terakhir bulan ramadhan sebagaimana yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk menjemput Lailatul Qadar. Namun, status hukum iktikaf dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi dan latar belakang pelaksanaannya. Pada dasarnya, ibadah ini bersifat sunnah yang berlaku secara umum kapan saja, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan.
Namun, hukumnya akan berubah menjadi wajib jika seseorang telah bernazar atau berjanji untuk melakukannya. Bisa juga menjadi makruh apabila dilakukan oleh seorang istri tanpa izin suaminya atau jika keberadaannya di masjid justru berpotensi menimbulkan fitnah.