Ia juga menyebut bahwa pengelola dapur telah mendapat teguran dari pihak Badan Gizi Nasional yang menjadi penanggung jawab program. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga standar kualitas dalam program MBG. Keluhan terkait paket MBG tersebut tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga dari orang tua siswa.Seorang wali murid bernama Umi mengaku anaknya membawa pulang paket makanan yang tidak biasa.
Di dalam paket tersebut terdapat dua ekor ikan nila mentah yang belum dimasak. Menurutnya, ikan tersebut kemungkinan dikirim dalam kondisi beku. Namun saat sampai di rumah, ikan sudah mencair sehingga menimbulkan aroma tidak sedap. Situasi tersebut membuat sebagian orang tua memilih tidak mengonsumsi bahan makanan tersebut.
Selain ikan nila mentah, paket MBG yang diterima siswa juga berisi beberapa bahan makanan lain yang belum siap santap. Salah satunya adalah mie ayam mentah yang masih harus direbus sebelum dimakan. Kondisi ini menimbulkan kritik dari sebagian orang tua.
Mereka menilai program MBG seharusnya memberikan makanan siap konsumsi agar tidak menambah beban orang tua di rumah. Pasalnya, tujuan utama program ini adalah membantu pemenuhan gizi siswa dengan cara praktis. Jika makanan masih harus diolah ulang, maka tujuan tersebut dinilai kurang tercapai. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia juga menyebut bahwa pengelola dapur telah mendapat teguran dari pihak Badan Gizi Nasional yang menjadi penanggung jawab program. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga standar kualitas dalam program MBG. Keluhan terkait paket MBG tersebut tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga dari orang tua siswa.Seorang wali murid bernama Umi mengaku anaknya membawa pulang paket makanan yang tidak biasa.
Di dalam paket tersebut terdapat dua ekor ikan nila mentah yang belum dimasak. Menurutnya, ikan tersebut kemungkinan dikirim dalam kondisi beku. Namun saat sampai di rumah, ikan sudah mencair sehingga menimbulkan aroma tidak sedap. Situasi tersebut membuat sebagian orang tua memilih tidak mengonsumsi bahan makanan tersebut.
Selain ikan nila mentah, paket MBG yang diterima siswa juga berisi beberapa bahan makanan lain yang belum siap santap. Salah satunya adalah mie ayam mentah yang masih harus direbus sebelum dimakan. Kondisi ini menimbulkan kritik dari sebagian orang tua.
Mereka menilai program MBG seharusnya memberikan makanan siap konsumsi agar tidak menambah beban orang tua di rumah. Pasalnya, tujuan utama program ini adalah membantu pemenuhan gizi siswa dengan cara praktis. Jika makanan masih harus diolah ulang, maka tujuan tersebut dinilai kurang tercapai. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q