KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

“Jangan sampai anak belajar bahwa keberhasilan bisa diperoleh karena koneksi, kedekatan, atau uang, bukan melalui proses yang adil. Jika itu dicontohkan sejak awal, nilai-nilai antikorupsi akan sulit tumbuh,” tegas Anis.

Karena itu, KPK mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas pelaksanaan SPMB.

“KPK juga mendorong agar bentuk apresiasi kepada tenaga pendidik tidak diwujudkan melalui pemberian materi,” ucap Anis.

Ia menekankan, ucapan terima kasih, serta dukungan terhadap program sekolah, hingga partisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dinilai menjadi bentuk penghargaan yang lebih tepat dan bebas dari risiko konflik kepentingan. “Pendidikan yang berintegritas tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan di ruang kelas, tetapi juga oleh keteladanan dan kejujuran yang ditunjukkan sejak proses penerimaan murid baru berlangsung,” pungkasnya.(*/JawaPos.com)

Baca Juga :  Di Tolikara, UNBK Masih Terkendala Jaringan Internet dan Komputer

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Jangan sampai anak belajar bahwa keberhasilan bisa diperoleh karena koneksi, kedekatan, atau uang, bukan melalui proses yang adil. Jika itu dicontohkan sejak awal, nilai-nilai antikorupsi akan sulit tumbuh,” tegas Anis.

Karena itu, KPK mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas pelaksanaan SPMB.

“KPK juga mendorong agar bentuk apresiasi kepada tenaga pendidik tidak diwujudkan melalui pemberian materi,” ucap Anis.

Ia menekankan, ucapan terima kasih, serta dukungan terhadap program sekolah, hingga partisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dinilai menjadi bentuk penghargaan yang lebih tepat dan bebas dari risiko konflik kepentingan. “Pendidikan yang berintegritas tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan di ruang kelas, tetapi juga oleh keteladanan dan kejujuran yang ditunjukkan sejak proses penerimaan murid baru berlangsung,” pungkasnya.(*/JawaPos.com)

Baca Juga :  BGN Bantah Pernyataan Ketua BEM UGM soal Keuntungan Fantastis

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya