Pemerintah Saudi sudah menyampaikan ke pemerintah Indonesia, terkait potensi penyalahgunaan visa non haji untuk menjalankan rukun Islam kelima itu. Saudi berjanji akan memeriksa dengan ketat seluruh jemaah haji, terkait dengan legalitas visanya.
Sementara itu Kemenag tidak ingin kasus jemaah terlantar di masa Masyair tahun lalu terulang kembali. Seperti diketahui tahun lalu sekian banyak jemaah terlambat dijemput bus, saat berada di Mudzalifah. Pemicunya bus penjemput terjebak kemacetan.
Untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang, perwakilan Kemenag di Saudi mengumpulkan tim atau petugas dari Masyariq. Untuk diketahui Masyariq itu adalah perusahaan yang bertanggung jawab melayani jemaah pada masa Masyair di Arafah, Mudzalifah, dan Mina. Pertemuan tersebut diwadahi dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) membahas mitigasi masalah haji.
Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam mengatakan bimtek tersebut baru pertama kali ini dilaksanakan. ’’Tahun-tahun sebelumnya hanya sebatas perkenalan,’’ tuturnya. Sedangkan kali ini lebih detail. Termasuk membahas mengenai mitigasi risiko persoalan layanan di masa Masyair serta solusinya. (wan)
Bahan Grafis
Penerbangan Jemaah Haji Hari Pertama
Embarkasi Jumlah Kloter Jumlah Jemaah Maskapai
CGK 5 2.106 Garuda
SOC 5 1.800 Garuda
SUB 5 1.855 Saudia
BTH 1 450 Saudia
PLM 1 450 Saudia
BDJ 1 320 Garuda
KJT 1 440 Saudia
LOP 1 393 Garuda
UPG 1 450 Garuda
PDG 1 393 Garuda
Total 22 8.657
Keterangan
– Masuk asrama 11 Mei, terbang perdana 12 Mei
– Rute penerbangan menuju Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah
– CGK (Jakarta), SOC (Solo) SUB (Surabaya), PLM (Palembang), BDJ (Banjarmasin), KJT (Kertajati), LOP (Lombok), UPG (Makassar), PDG (Padang)
Sumber : Kementerian Agama
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos