Tuesday, March 10, 2026
25.3 C
Jayapura

Menkeu Purbaya Siapkan Sistem AI untuk Pengawasan Bea Cukai

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengawasan kepabeanan dan cukai. Langkah ini ditujukan agar proses monitoring jalur ekspor impor bisa dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Dia ingin Lembaga National Single Window (LNSW) Kemenkeu menjadi pusat intelijen berbasis teknologi informasi yang mampu memantau seluruh aktivitas ekspor impor.

Kepala LNSW Oza Olavia

Menanggapi hal tersebut, Kepala LNSW Oza Olavia menegaskan bahwa penerapan teknologi, termasuk AI, harus dapat meningkatkan kepatuhan para pengguna jasa.

Menurut dia, fokus pemerintah bukan sekadar mendorong penerimaan negara, tetapi juga memastikan pelaku usaha mengisi dokumen dan data dengan benar untuk mencegah praktik underinvoicing.

Baca Juga :  Arus Lalu Lintas di Lokasi Perbaikan Saluran Air Kembali Normal

“Dengan upaya yang dilakukan antar kementerian/lembaga, kita ingin memastikan tingkat kepatuhan pengguna jasa semakin tinggi,” kata Oza dalam Agenda Pengelolaan LNSW dalam rangka optimalisasi kinerja APBN di Jakarta, Kamis (4/12).

Oza menambahkan, pemanfaatan AI nantinya tidak langsung diarahkan pada deteksi underinvoicing karena hal tersebut merupakan kewenangan utama Bea Cukai. Terkait wacana integrasi AI antara Bea Cukai dan LNSW, Oza menyatakan hal itu masih membutuhkan analisa-analisa.

Bea Cukai, kata dia, membutuhkan analisis mendalam dalam pemeriksaan fisik maupun dokumen, termasuk terkait tarif, klasifikasi, dan nilai pabean. Dia menyebutkan bahwa ada kemungkinan sistem AI Bea Cukai terhubung dengan LNSW, namun juga bisa berjalan terpisah sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Purbaya Sebut Ada Oknum Pegawai Nawar Pajak dan Ngaku-ngaku Punya Backing

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengawasan kepabeanan dan cukai. Langkah ini ditujukan agar proses monitoring jalur ekspor impor bisa dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Dia ingin Lembaga National Single Window (LNSW) Kemenkeu menjadi pusat intelijen berbasis teknologi informasi yang mampu memantau seluruh aktivitas ekspor impor.

Kepala LNSW Oza Olavia

Menanggapi hal tersebut, Kepala LNSW Oza Olavia menegaskan bahwa penerapan teknologi, termasuk AI, harus dapat meningkatkan kepatuhan para pengguna jasa.

Menurut dia, fokus pemerintah bukan sekadar mendorong penerimaan negara, tetapi juga memastikan pelaku usaha mengisi dokumen dan data dengan benar untuk mencegah praktik underinvoicing.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Umumkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan untuk Warga Miskin

“Dengan upaya yang dilakukan antar kementerian/lembaga, kita ingin memastikan tingkat kepatuhan pengguna jasa semakin tinggi,” kata Oza dalam Agenda Pengelolaan LNSW dalam rangka optimalisasi kinerja APBN di Jakarta, Kamis (4/12).

Oza menambahkan, pemanfaatan AI nantinya tidak langsung diarahkan pada deteksi underinvoicing karena hal tersebut merupakan kewenangan utama Bea Cukai. Terkait wacana integrasi AI antara Bea Cukai dan LNSW, Oza menyatakan hal itu masih membutuhkan analisa-analisa.

Bea Cukai, kata dia, membutuhkan analisis mendalam dalam pemeriksaan fisik maupun dokumen, termasuk terkait tarif, klasifikasi, dan nilai pabean. Dia menyebutkan bahwa ada kemungkinan sistem AI Bea Cukai terhubung dengan LNSW, namun juga bisa berjalan terpisah sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Arus Lalu Lintas di Lokasi Perbaikan Saluran Air Kembali Normal

Berita Terbaru

Artikel Lainnya