Menariknya, Atlas tidak hanya mempelajari aspek teknis sepak bola. Robot tersebut juga menirukan berbagai ekspresi emosional yang terlihat dalam pertandingan. Dalam salah satu adegan, Atlas mengangkat kedua tangannya seperti pemain yang baru mencetak gol. Pada adegan lain, robot itu berlutut sambil menahan posisi tubuh layaknya pemain yang mengalami cedera saat pertandingan berlangsung. Hyundai menjelaskan bahwa ekspresi tersebut diadaptasi langsung dari cuplikan pertandingan yang sebelumnya ditonton oleh Atlas. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan robot masa depan tidak hanya berfokus pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kemampuan memahami ekspresi dan perilaku manusia. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menariknya, Atlas tidak hanya mempelajari aspek teknis sepak bola. Robot tersebut juga menirukan berbagai ekspresi emosional yang terlihat dalam pertandingan. Dalam salah satu adegan, Atlas mengangkat kedua tangannya seperti pemain yang baru mencetak gol. Pada adegan lain, robot itu berlutut sambil menahan posisi tubuh layaknya pemain yang mengalami cedera saat pertandingan berlangsung. Hyundai menjelaskan bahwa ekspresi tersebut diadaptasi langsung dari cuplikan pertandingan yang sebelumnya ditonton oleh Atlas. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan robot masa depan tidak hanya berfokus pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kemampuan memahami ekspresi dan perilaku manusia. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q