JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melalui proses monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program nasional selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Dalam keputusan tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.
Selain itu, Presiden juga mencopot dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya. Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono untuk menduduki posisi Wakil Kepala BGN. Pengumuman pergantian jajaran pimpinan BGN disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi kepada media.
“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Pras di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6).
Pemerintah menyatakan pergantian tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi kinerja menyeluruh. Prasetyo Hadi setelah melakukan monitoring dan evaluasi selama sekitar 1,5 tahun. Dadan Hindayana dilantik pada 19 Agustus 2024 dan merupakan kepala BGN pertama sejak dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Pencopotan ini disebabkan oleh beberapa masalah dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan kasus keracunan makanan di kalangan penerima manfaat.
Dadan merupakan dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Dadan tercatat menempuh pendidikan Proteksi Tanaman IPB pada 1986-1990. Ia melanjutkan pendidikannya di University of Bonn, Jerman, dan lulus 1997, serta Leibniz Universität Hannover dan lulus 1997.
Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Dadan memiliki jabatan fungsional sebagai lektor dengan pendidikan terakhir jenjang S3. Ia juga pernah menerbitkan sejumlah karya ilmiah, termasuk jurnal internasional. (fir)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q