Monday, March 2, 2026
27.2 C
Jayapura

Gawat! Indonesia Duduki Posisi Kedua Kasus Campak Tertinggi Dunia

SURABAYA – Sepanjang tahun 2025 terdapat lebih dari 11 ribu kasus campak terkonfirmasi dan sekitar 60 ribu kasus suspek di Indonesia. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada urutan kedua kasus campak tertinggi di dunia. Laboratorium kesehatan bahkan kewalahan menangani hampir 50 ribu spesimen yang masuk sepanjang tahun tersebut.

Lonjakan kasus campak di Indonesia kembali menjadi sorotan internasional. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, menyebut bahwa Indonesia kini berada di urutan kedua kasus campak terbanyak di dunia.

“Indonesia urutan kedua KLB campak di dunia memang demikian, mau apa lagi. Dan kasus campak di 2025 yang konfirmasi itu 11 ribu lebih, suspeknya 60-an ribu lebih,” ungkap Prof Anggi, Sabtu (28/2).

Baca Juga :  3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Ini Berpeluang Main di Liga 1 Musim Depan

Data IDAI menunjukkan lima negara dengan jumlah kasus campak tertinggi dalam enam bulan terakhir, yakni Yaman (11.288 kasus), Indonesia (10.744 kasus), India (9.666 kasus), Pakistan (7.361 kasus), dan Angola (4.843 kasus). Kondisi ini diperparah oleh rendahnya tingkat vaksinasi di sejumlah daerah, seperti Timika dan Sumenep, yang berisiko menimbulkan korban jiwa.

Kelompok antivaksin berkontribusi terhadap meningkatnya kasus campak. Menurutnya, masih ada aktivis yang menolak vaksinasi dengan alasan keliru.

“Sampai bahkan mengatakan aktivis-aktivis antivaksin mendingan anaknya kena campak, bahkan nggak papa kena polio. Apa benar demikian? Belum tahu komplikasi campak itu apa?” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa komplikasi campak bisa berdampak serius, mulai dari kehilangan pendengaran, dehidrasi yang berujung kematian, mata kering akibat kekurangan vitamin A, hingga pneumonia.

Baca Juga :  Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 29 Juni

SURABAYA – Sepanjang tahun 2025 terdapat lebih dari 11 ribu kasus campak terkonfirmasi dan sekitar 60 ribu kasus suspek di Indonesia. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada urutan kedua kasus campak tertinggi di dunia. Laboratorium kesehatan bahkan kewalahan menangani hampir 50 ribu spesimen yang masuk sepanjang tahun tersebut.

Lonjakan kasus campak di Indonesia kembali menjadi sorotan internasional. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, menyebut bahwa Indonesia kini berada di urutan kedua kasus campak terbanyak di dunia.

“Indonesia urutan kedua KLB campak di dunia memang demikian, mau apa lagi. Dan kasus campak di 2025 yang konfirmasi itu 11 ribu lebih, suspeknya 60-an ribu lebih,” ungkap Prof Anggi, Sabtu (28/2).

Baca Juga :  98% Coverage Pelayanan BPJS Cabang Biak Telah Terpenuhi

Data IDAI menunjukkan lima negara dengan jumlah kasus campak tertinggi dalam enam bulan terakhir, yakni Yaman (11.288 kasus), Indonesia (10.744 kasus), India (9.666 kasus), Pakistan (7.361 kasus), dan Angola (4.843 kasus). Kondisi ini diperparah oleh rendahnya tingkat vaksinasi di sejumlah daerah, seperti Timika dan Sumenep, yang berisiko menimbulkan korban jiwa.

Kelompok antivaksin berkontribusi terhadap meningkatnya kasus campak. Menurutnya, masih ada aktivis yang menolak vaksinasi dengan alasan keliru.

“Sampai bahkan mengatakan aktivis-aktivis antivaksin mendingan anaknya kena campak, bahkan nggak papa kena polio. Apa benar demikian? Belum tahu komplikasi campak itu apa?” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa komplikasi campak bisa berdampak serius, mulai dari kehilangan pendengaran, dehidrasi yang berujung kematian, mata kering akibat kekurangan vitamin A, hingga pneumonia.

Baca Juga :  Airlangga: Program Makan Bergizi Gratis Belum Diputus Dilengkapi Susu

Berita Terbaru

Artikel Lainnya