Menurut Elia ini adalah permasalahan serius yang dirasakan guru honorer di Papua. Sebab, penataan dan penguatan kesejahteraan guru honorer bukan sekadar persoalan kepegawaian, melainkan menyangkut arah dan masa depan pendidikan Papua.
PGRI menegaskan, pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah dan negara. Kualitas sumber daya manusia Papua di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah menjamin kepastian, perlindungan, dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak layanan pendidikan.
“Kemajuan suatu daerah tidak akan pernah terlepas dari kondisi guru. Kesejahteraan guru merupakan prasyarat utama bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Elia.
Oleh karena itu, PGRI Provinsi Papua memandang bahwa kebijakan yang menempatkan guru honorer sebagai prioritas adalah kebijakan strategis, bukan beban anggaran.
Sejalan dengan itu, PGRI Provinsi Papua menekankan bahwa agenda visi dan misi Gubernur Papua di bidang pendidikan harus didukung secara serius oleh instansi teknis terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Sinkronisasi kebijakan, kejelasan peran, serta konsistensi pelaksanaan menjadi kunci agar visi kepemimpinan daerah tidak berhenti pada dokumen perencanaan semata,” jelasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q