Tuesday, January 27, 2026
25.2 C
Jayapura

Tak Hanya Sediakan Makan Tapi Harus Diikuti Edukasi PHBS

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menekankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga terintegrasi dengan edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta sanitasi yang layak
Wagub Aryoko juga mengingatkan agar kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan penguatan sumber daya manusia dan upaya mewujudkan Papua yang sehat dan cerdas.

“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’ sehingga ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi fondasi membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya usai rapat koordinasi Program MBG di Jayapura, Kamis.

Baca Juga :  Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Bantu Warga Yang Terjebak Banjir

Menurut Aryoko, Papua memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan akses layanan, hingga kesenjangan pemenuhan gizi di sejumlah wilayah.

“Karena itu, pelaksanaan MBG tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja, melainkan harus dirancang secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan memperhatikan konteks lokal serta kearifan masyarakat setempat,” ujarnya.

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menekankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga terintegrasi dengan edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta sanitasi yang layak
Wagub Aryoko juga mengingatkan agar kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan penguatan sumber daya manusia dan upaya mewujudkan Papua yang sehat dan cerdas.

“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’ sehingga ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi fondasi membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya usai rapat koordinasi Program MBG di Jayapura, Kamis.

Baca Juga :  Papua Tetap Punya Magnet Investasi di Tengah Kelesuan Ekonomi

Menurut Aryoko, Papua memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan akses layanan, hingga kesenjangan pemenuhan gizi di sejumlah wilayah.

“Karena itu, pelaksanaan MBG tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja, melainkan harus dirancang secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan memperhatikan konteks lokal serta kearifan masyarakat setempat,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya