Monday, January 26, 2026
25.8 C
Jayapura

Pedagang Bantah Ada Kos-kosan di Dalam Pasar

Hal yang sama juga disampaikan Tadeus (46) salah seorang pedagang sayur di pertigaan jalan keluar pasar Otonom. Kepada Cenderawasih Pos ia mengatakan secara umum, tidak ada kos-kosan di dalam pasar.

Meskipun ada kata Tadeus mungkin ada beberapa bangunan yang digunakan untuk campuran fungsi. Misalnya, ada toko atau lapak sebagainya digunakan tempat tinggal dan sebagainya lagi digunakan tempat jualan. Kondisi ini juga jarang terjadi di dalam pasar Otonom.

“Kalau kos-kosan tidak ada di dalam pasar (Otonom). Kalau tidak salah yang tinggal di dalam pasar itu para pedagang yang jual di dalam pasar, karena mereka harus menjaga barang dagangannya setiap hari,” jelas Tadeus kepada Cenderawasih Pos, Senin (21/7) siang.

Baca Juga :  Penanganan Kawasan Kumuh Jadi Prioritas

Namun, di satu sisi kata Tadeus, penggunaan lapak di pasar sebagai tempat tinggal juga menimbulkan beberapa masalah, seperti gangguan kebersihan dan keindahan pasar, gangguan kenyamanan pedagang lain, peningkatan risiko kebakaran, pelanggaran peraturan pasar, dan sebagainya.

Kondisi ini terjadi tidak hanya di pasar Otonom, tetapi juga di beberapa pasar tradisional lainnya; Pasar Induk Youtefa, Pasar Sentral Hamadi, dan beberapa pasar lainnya tampak beberapa lapak di dalamnya beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) Tadeus tidak menginginkan untuk berjualan di dalam pasar Otonom meskipun sering kali ditegur oleh Satpol-PP Kota Jayapura. Hal ini ia lakukan dikarena masih banyak bangunan di pinggir jalan masuk menuju pasar Youtefa tidak ditertibkan oleh pemerintah padahal jelas-jelas telah melanggar aturan.

Baca Juga :  Dikira Sampah Ternyata Mayat Bayi dalam Bungkusan Kain

“Saya sering ditegur oleh petugas, tetapi saya bantah karena terkadang petugas pilih kasih dalam menertibkan. Sudah banyak bangunan kios di pinggir jalan ini tetapi mereka tidak menertibkan,” pungkasnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Hal yang sama juga disampaikan Tadeus (46) salah seorang pedagang sayur di pertigaan jalan keluar pasar Otonom. Kepada Cenderawasih Pos ia mengatakan secara umum, tidak ada kos-kosan di dalam pasar.

Meskipun ada kata Tadeus mungkin ada beberapa bangunan yang digunakan untuk campuran fungsi. Misalnya, ada toko atau lapak sebagainya digunakan tempat tinggal dan sebagainya lagi digunakan tempat jualan. Kondisi ini juga jarang terjadi di dalam pasar Otonom.

“Kalau kos-kosan tidak ada di dalam pasar (Otonom). Kalau tidak salah yang tinggal di dalam pasar itu para pedagang yang jual di dalam pasar, karena mereka harus menjaga barang dagangannya setiap hari,” jelas Tadeus kepada Cenderawasih Pos, Senin (21/7) siang.

Baca Juga :  Dishub Warning Jukir Liar dan Sopir Angkot Nakal

Namun, di satu sisi kata Tadeus, penggunaan lapak di pasar sebagai tempat tinggal juga menimbulkan beberapa masalah, seperti gangguan kebersihan dan keindahan pasar, gangguan kenyamanan pedagang lain, peningkatan risiko kebakaran, pelanggaran peraturan pasar, dan sebagainya.

Kondisi ini terjadi tidak hanya di pasar Otonom, tetapi juga di beberapa pasar tradisional lainnya; Pasar Induk Youtefa, Pasar Sentral Hamadi, dan beberapa pasar lainnya tampak beberapa lapak di dalamnya beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) Tadeus tidak menginginkan untuk berjualan di dalam pasar Otonom meskipun sering kali ditegur oleh Satpol-PP Kota Jayapura. Hal ini ia lakukan dikarena masih banyak bangunan di pinggir jalan masuk menuju pasar Youtefa tidak ditertibkan oleh pemerintah padahal jelas-jelas telah melanggar aturan.

Baca Juga :  IPDN Papua Harus Jadi Pusat Penggemblengan Pamong Muda

“Saya sering ditegur oleh petugas, tetapi saya bantah karena terkadang petugas pilih kasih dalam menertibkan. Sudah banyak bangunan kios di pinggir jalan ini tetapi mereka tidak menertibkan,” pungkasnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya