Ini mengedukasi anak-anak dan generasi muda untuk lebih peka terhadap lingkungan terlebih lingkungan hidup wilayah pesisir pantai. “Ada hutan perempuan yang berada di tengah – tengah hutan bakau yang menjadi kebangaan dan patut dilindungi,” jelas Ani. “Kami menganggap bahwa di Jayapura dari apa yang diperjuangkan Julius paling tidak bisa dilakukan dan disepakati kami lebih fokus berbicara soal Teluk Yotefa terutama Pantai Holtekamp,” imbuhnya.
Cara membantu generasi yang peduli adalah menciptakan awernes orang tua kepada anak, dan juga masyarakat bahwa Holtekamp, Hutan Bakau itu penting sebab hutan bakau ini memproteksi terjadinya abrasi pantai.
“Kalau diperhatikan, Pantai Holtekamp masih terancam dari abrasi dan perlu langkah segera dan upaya konkrit. Ini berbeda dengan Hamadi karena di Hamadi ada penahannya tapi di Holtekamp tidak ada. Disinilah anak – anak diajarkan untuk peduli,” imbuhnya.
Beberapa orang tua yang hadir juga mengapresiasi agenda ini karena dengan sendirinya anak- anak akan mengenal langsung dengan situasi serta kondisi terkini di lingkungan terdekat. Â Salah satu pemateri kegiatan, Ikbal Asra dari Rumah Bakau juga menyampaikan tentang pentingnya keberadaan Hutan Bakau di Teluk Yotefa.
“Hutan ini menjadi benteng terbaik dari abrasi. Hanya sayangnya hingga kini ada banyak sekali sampah yang ditemukan di dalam hutan bakau. Sampah yang dihasilkan oleh manusia,” singkatnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos