alexametrics
28.6 C
Jayapura
Wednesday, May 25, 2022

Uncen Ciptakan Kalung Aromaterapi Khas Papua

Ketiga Mahasiswa dan mahasiswi Uncen memperlihatkan kalung armoterapi khas Papua dari kulit kayu genemo,  Uncen Waena Selasa (21/05).( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) terus mendorong kreativitas mahasiswa-mahasiswinya seperti yang diciptakan oleh Helmina Pigai,  Irwanto Palinggi, Yudiana Laxmi Reumy Dan Marlina Yapasedanya yang merupakan mahasiswa Jurusan Farmasi Uncen yang telah berhasil membuat produk baru yaitu kalung aromaterapi khas Papua dari kulit kayu genemo.

Helmina mengakui bahwa dirinya bersama tiga rekanya telah berhasil membuat produk yang dinamai KATER KAPKEG (Kalung aromaterapi khas papua kulit kayu genemo) yang diharapakn bisa menjadi sebuah temuan dan produk baru ala Papua dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Alasan kenapa kami membuat KATER KAPKEG karena pada umumnya masyarakat Papua hidup sederhana dengan memanfaatkan unsur alam di sekitarnya secara tradisional, maka itu kami ciptakan KATER KAPKEG, “ujar Helmina ke Cenderawasih Pos di Abepura, Selasa (21/05).

Baca Juga :  Kapolda: Rekruitmen Bintara Noken Polri Tak Boleh Berakhir Seperti Bintara Otsus

“Maka dengan itu melalui program kreativitas Mahasiswa ini kami ingin membuktikkan dan menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia terlebih khusus masyarakat Papua bahwa kulit kayu genemo tidak hanya dapat membuat noken dan pakaian adat saja namun bisa di gunakan untuk membuat aksesoris khas Papua berupa kalung aromaterapi,”jelasnya. 

Kalung ini memberikan tiga fungsi sekaligus yaitu pertama mengangkat budaya Papua, kedua mempunyai khasiat bagi kesehatan dan yang ketiga sebagai perhiasan.

Lanjut Helmina,  Dengan alasan ini maka kami membuat produk KATER KAPKEG yang merupakan Inovasi baru yang selama ini belum ada di Papua bahkan Indonesian.

Dimana sekilas cara pembuatannya yakni menyediakan kulit kayu, ditumbuk,kemudian direndam, dikeringkan degan api unggun atau panas matahari, dirajut jadi benang atau tali, dijahit atau dirajut dan terakhir diberi aromaterapi.

Baca Juga :  Hitung Untung Rugi Jika PSU

Ada beberapa keunggulan dari produk ini yaitu, bahan produksinya dari bahan alami, terdapat Aromaterapi yang berfungsi untuk melancarkan peredaraan darah,meredakan radang tenggorokan dan batuk,penenang dan juga menambah nafsu makan.(kim/gin). 

Ketiga Mahasiswa dan mahasiswi Uncen memperlihatkan kalung armoterapi khas Papua dari kulit kayu genemo,  Uncen Waena Selasa (21/05).( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) terus mendorong kreativitas mahasiswa-mahasiswinya seperti yang diciptakan oleh Helmina Pigai,  Irwanto Palinggi, Yudiana Laxmi Reumy Dan Marlina Yapasedanya yang merupakan mahasiswa Jurusan Farmasi Uncen yang telah berhasil membuat produk baru yaitu kalung aromaterapi khas Papua dari kulit kayu genemo.

Helmina mengakui bahwa dirinya bersama tiga rekanya telah berhasil membuat produk yang dinamai KATER KAPKEG (Kalung aromaterapi khas papua kulit kayu genemo) yang diharapakn bisa menjadi sebuah temuan dan produk baru ala Papua dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Alasan kenapa kami membuat KATER KAPKEG karena pada umumnya masyarakat Papua hidup sederhana dengan memanfaatkan unsur alam di sekitarnya secara tradisional, maka itu kami ciptakan KATER KAPKEG, “ujar Helmina ke Cenderawasih Pos di Abepura, Selasa (21/05).

Baca Juga :  Aspirasi Penolakan DOB Diserahkan ke Wakil Papua di DPD RI

“Maka dengan itu melalui program kreativitas Mahasiswa ini kami ingin membuktikkan dan menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia terlebih khusus masyarakat Papua bahwa kulit kayu genemo tidak hanya dapat membuat noken dan pakaian adat saja namun bisa di gunakan untuk membuat aksesoris khas Papua berupa kalung aromaterapi,”jelasnya. 

Kalung ini memberikan tiga fungsi sekaligus yaitu pertama mengangkat budaya Papua, kedua mempunyai khasiat bagi kesehatan dan yang ketiga sebagai perhiasan.

Lanjut Helmina,  Dengan alasan ini maka kami membuat produk KATER KAPKEG yang merupakan Inovasi baru yang selama ini belum ada di Papua bahkan Indonesian.

Dimana sekilas cara pembuatannya yakni menyediakan kulit kayu, ditumbuk,kemudian direndam, dikeringkan degan api unggun atau panas matahari, dirajut jadi benang atau tali, dijahit atau dirajut dan terakhir diberi aromaterapi.

Baca Juga :  Lawan Virus Korona Masyarakat Harus Bersatu

Ada beberapa keunggulan dari produk ini yaitu, bahan produksinya dari bahan alami, terdapat Aromaterapi yang berfungsi untuk melancarkan peredaraan darah,meredakan radang tenggorokan dan batuk,penenang dan juga menambah nafsu makan.(kim/gin). 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/