Wednesday, January 14, 2026
27.4 C
Jayapura

Tahun 2026 Jadi Tahun Kepedulian GKI di Tanah Papua

JAYAPURA –Wakil Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay, R.D. Siahaya menyebut bahwa sidang jemaat merupakan amanat gereja sesuai tata Gereja Kristen Injili (GKI).

“Sidang ini menjadi ruang mengevaluasi program pelayanan, anggaran jemaat, dan laporan pertanggungjawaban satu tahun pelayanan,” ujarnya, saat Sidang Jemaat GKI Pengharapan Jayapura ke-35, Rabu (19/11).

Ia menjelaskan bahwa, jemaat akan memasuki Tahun 2026 sebagai Tahun Kepedulian setelah penutupan Tahun Kesehatian. “Penyusunan program perlu mengacu pada Renstra Sinode dan Renstra Klasis periode 2022–2027 yang memuat program strategis di tiap tingkatan,” ujarnya.

Siahaya menegaskan bahwa program strategis tersebut telah dijabarkan dalam rencana kerja tahunan dan disampaikan ke seluruh jemaat. Ia juga mengajak jemaat menyesuaikan program pelayanan dengan kondisi wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Rumah Ibadah Harus Berikan Ketenangan Hati

Sementara Plh Sekda Papua, Yohanes Walilo mengatakan sidang menjadi bagian dari konsolidasi antara gereja dan pemerintah daerah. “Yang pertama, Papua Sehat, dan gereja berperan membangun kesadaran kesehatan jemaat melalui edukasi dan pendampingan kelompok rentan,” ucapnya.

JAYAPURA –Wakil Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay, R.D. Siahaya menyebut bahwa sidang jemaat merupakan amanat gereja sesuai tata Gereja Kristen Injili (GKI).

“Sidang ini menjadi ruang mengevaluasi program pelayanan, anggaran jemaat, dan laporan pertanggungjawaban satu tahun pelayanan,” ujarnya, saat Sidang Jemaat GKI Pengharapan Jayapura ke-35, Rabu (19/11).

Ia menjelaskan bahwa, jemaat akan memasuki Tahun 2026 sebagai Tahun Kepedulian setelah penutupan Tahun Kesehatian. “Penyusunan program perlu mengacu pada Renstra Sinode dan Renstra Klasis periode 2022–2027 yang memuat program strategis di tiap tingkatan,” ujarnya.

Siahaya menegaskan bahwa program strategis tersebut telah dijabarkan dalam rencana kerja tahunan dan disampaikan ke seluruh jemaat. Ia juga mengajak jemaat menyesuaikan program pelayanan dengan kondisi wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Yang Membantu Pelaku Kabur Akan Dimintai Keterangan

Sementara Plh Sekda Papua, Yohanes Walilo mengatakan sidang menjadi bagian dari konsolidasi antara gereja dan pemerintah daerah. “Yang pertama, Papua Sehat, dan gereja berperan membangun kesadaran kesehatan jemaat melalui edukasi dan pendampingan kelompok rentan,” ucapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya