Sunday, July 21, 2024
26.7 C
Jayapura

Waspada  Komsumsi Daging Berlebihan

JAYAPURA-Pasca hari raya kurban, dipastikan stok dan komsumsi daging  di tiap rumah tangga cenderung meningkat. Karena itu, warga diimbau untuk mengkomsumsi daging dalam batas kewajaran. Sebab, jika berlebihan bisa memicu potensi gangguan kesehatan, mulai dari tekanan darah yang meningkat dan penyakit lainnya.

  Kepala Puskesmas Elly Uyo, Polimak Jayapura Selatan  Rodinda Sihombing SKM, M.Kes mengaku di Puskesmasnya sejauh ini memang belum ada pasien dengan keluhan akibat komsumsi daging  yang berlebihan.

   “Puji Tuhan, sampai sekarang ini kami belum mendapatkan pasien yang mengeluh kesakitan akibat dari makan daging kurban yang berlebihan,” ungkap Rodinda yang mengaku  pasien yang datang kebanyakan dengan keluhan penyakit batuk pilek, terus rujukan.

Baca Juga :  PLN Amankan Keandalan Listrik Saat Idul Adha 

   Dia menjelaskan akibat dari seseorang apabila mengkonsumsi daging yang berlebihan akan menyebabkan kolesterol dan hipertensi naik. Menurutnya tetapi kalau hanya mengkonsumsi terbatas atau sedikit saja tidak menjadi bermasalah dikarenakan tubuh butuh daging atau vitamin. “Kalau berlebihan,   akan  menyebabkan kolesterol naik, tensi naik,” tegasnya.

  Rodinda pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di kota Jayapura untuk selalu menjaga kesehatan, istirahat yang cukup, makan yang teratur dan jangan suka bergadang. Menurutnya jam istirahat atau tidur yang baik pada malam hari orang dewasa ke atas idealnya tidur sekitar pukul 21.00-22.00 setiap hari.

  “Pokonya untuk kita menghindari dari malaria intinya istirahat yang cukup makan yang teratur, minimal istirahat 8 jam sehari,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kantor Togel Eks Pasar Lama Terbiar Eksis Sejak 2019?

   Namun, kondisi berbeda berlaku untuk remaja atau orang dewasa muda di usia produktif, mulai umur belasan tahun hingga 40 tahunan. Menurutnya, otak dari orang usia produktif akan bekerja aktif di malam hari sesuai dengan ritme sirkadian. Ini membuatnya lebih wajar untuk butuh tidur lewat tengah malam atau paling awal jam 23.00.

  Dijelaskannya orang yang tidur berlarut malam seperti pukul 12.00 keatas akan cenderung otak mengalami kesulitan untuk membagi tugas dalam mengontrol semua hal, daya ingat berkurang, gampang marah, sering emosi, dan tensi naik.(kar/tri)

 Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Pasca hari raya kurban, dipastikan stok dan komsumsi daging  di tiap rumah tangga cenderung meningkat. Karena itu, warga diimbau untuk mengkomsumsi daging dalam batas kewajaran. Sebab, jika berlebihan bisa memicu potensi gangguan kesehatan, mulai dari tekanan darah yang meningkat dan penyakit lainnya.

  Kepala Puskesmas Elly Uyo, Polimak Jayapura Selatan  Rodinda Sihombing SKM, M.Kes mengaku di Puskesmasnya sejauh ini memang belum ada pasien dengan keluhan akibat komsumsi daging  yang berlebihan.

   “Puji Tuhan, sampai sekarang ini kami belum mendapatkan pasien yang mengeluh kesakitan akibat dari makan daging kurban yang berlebihan,” ungkap Rodinda yang mengaku  pasien yang datang kebanyakan dengan keluhan penyakit batuk pilek, terus rujukan.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Stok dan Harga Daging Sapi Stabil

   Dia menjelaskan akibat dari seseorang apabila mengkonsumsi daging yang berlebihan akan menyebabkan kolesterol dan hipertensi naik. Menurutnya tetapi kalau hanya mengkonsumsi terbatas atau sedikit saja tidak menjadi bermasalah dikarenakan tubuh butuh daging atau vitamin. “Kalau berlebihan,   akan  menyebabkan kolesterol naik, tensi naik,” tegasnya.

  Rodinda pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di kota Jayapura untuk selalu menjaga kesehatan, istirahat yang cukup, makan yang teratur dan jangan suka bergadang. Menurutnya jam istirahat atau tidur yang baik pada malam hari orang dewasa ke atas idealnya tidur sekitar pukul 21.00-22.00 setiap hari.

  “Pokonya untuk kita menghindari dari malaria intinya istirahat yang cukup makan yang teratur, minimal istirahat 8 jam sehari,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tahun ini, Kemenkumham Papua Hanya Dapat 6 Kuota CPNS 

   Namun, kondisi berbeda berlaku untuk remaja atau orang dewasa muda di usia produktif, mulai umur belasan tahun hingga 40 tahunan. Menurutnya, otak dari orang usia produktif akan bekerja aktif di malam hari sesuai dengan ritme sirkadian. Ini membuatnya lebih wajar untuk butuh tidur lewat tengah malam atau paling awal jam 23.00.

  Dijelaskannya orang yang tidur berlarut malam seperti pukul 12.00 keatas akan cenderung otak mengalami kesulitan untuk membagi tugas dalam mengontrol semua hal, daya ingat berkurang, gampang marah, sering emosi, dan tensi naik.(kar/tri)

 Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya