alexametrics
28.7 C
Jayapura
Saturday, June 4, 2022

Korban Tewas Akibat Benturan Keras di Kepala

JAYAPURA-Polisi akhirnya membeberkan soal penyebab kematian korban Ong Jin Noei yang tewas saat menjaga  toko minuman kerasnya di Jl Percetakan Jayapura. Ia tewas setelah dianiaya oleh AM alias Tahiti usai terlebih dahulu terjadi keributan soal tawar menawar harga barang.

   Kasat Reskrim Polresta Jayapura, AKP Handry Bawiling menyebut bahwa korban tewas dengan luka memar berat di bagian belakang kepalanya. Setelah  keinginan AM membeli minuman tidak terpenuhi, iapun kalap dan langsung mendorong  korban hingga kepalanya terbentur di tembok.

  Akibat benturan inilah korban langsung tergeletak tak berdaya. “Jadi bagian belakangnya ini mengalami luka berat. Memar  akibat didorong ke tembok dan meski telah dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong,” beber Handry kepada Cenderawasih Pos, di halaman Polresta, Kamis (19/5).

Baca Juga :  RSUD Jayapura Tidak Lagi Batasi Pasien

   AM atau Tahiti sendiri akhirnya dibekuk di rumahnya di belakang Hotel Aston Jayapura, setelah 10 hari  kabur dan menghindari pengejaran polisi. “Ia kami tangkap di rumahnya, dia waktu itu sembunyi di bawah kolong dan anggota langsung menyergap dan membawanya ke Polres,” beber Kasat Reskrim.

   “Tahiti langsung kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung kami tahan,” tutup Handry. Seperti diketahui sebuah kasus pembunuhan terjadi di samping Hotel Aston Jayapura dimana AM datang dalam keadaan mabuk untuk membeli minuman. Namun karena uangnya kurang akhirnya keinginannya ditolak. Disini sempat terjadi tawar menawar namun tetap tidak diberikan oleh korban. Karena kesal iapun menganiaya korban dengan mendorong korban hingga kepalanya terbentur dan tewas. (ade/tri)

Baca Juga :  Tak Perlu Panic Buying,  Stok Dipastikan Aman

JAYAPURA-Polisi akhirnya membeberkan soal penyebab kematian korban Ong Jin Noei yang tewas saat menjaga  toko minuman kerasnya di Jl Percetakan Jayapura. Ia tewas setelah dianiaya oleh AM alias Tahiti usai terlebih dahulu terjadi keributan soal tawar menawar harga barang.

   Kasat Reskrim Polresta Jayapura, AKP Handry Bawiling menyebut bahwa korban tewas dengan luka memar berat di bagian belakang kepalanya. Setelah  keinginan AM membeli minuman tidak terpenuhi, iapun kalap dan langsung mendorong  korban hingga kepalanya terbentur di tembok.

  Akibat benturan inilah korban langsung tergeletak tak berdaya. “Jadi bagian belakangnya ini mengalami luka berat. Memar  akibat didorong ke tembok dan meski telah dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong,” beber Handry kepada Cenderawasih Pos, di halaman Polresta, Kamis (19/5).

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Terancam 15 Tahun Penjara

   AM atau Tahiti sendiri akhirnya dibekuk di rumahnya di belakang Hotel Aston Jayapura, setelah 10 hari  kabur dan menghindari pengejaran polisi. “Ia kami tangkap di rumahnya, dia waktu itu sembunyi di bawah kolong dan anggota langsung menyergap dan membawanya ke Polres,” beber Kasat Reskrim.

   “Tahiti langsung kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung kami tahan,” tutup Handry. Seperti diketahui sebuah kasus pembunuhan terjadi di samping Hotel Aston Jayapura dimana AM datang dalam keadaan mabuk untuk membeli minuman. Namun karena uangnya kurang akhirnya keinginannya ditolak. Disini sempat terjadi tawar menawar namun tetap tidak diberikan oleh korban. Karena kesal iapun menganiaya korban dengan mendorong korban hingga kepalanya terbentur dan tewas. (ade/tri)

Baca Juga :  Generasi Muda OAP Harus Mampu Bangun Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/