Wednesday, January 14, 2026
27.4 C
Jayapura

Mediasi Ojol dan Opang Akhirnya Ada Kesepakatan

JAYAPURA – Perselisihan antara Driver Ojek Online (Ojol) dengan Para Sopir Angkutan Umum dan Ojek Pangkalan (Opang) di Abepura, Kota Jayapura berakhir damai setelah kedua pihak dimediasi oleh Polsek Abepura.

  Pertemuan mediasi ini  diawali dengan mendengarkan arahan dari Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus selaku mediator.

  Adapun perselisihan itu muncul, berawal ketika Para Sopir Angkutan Umum dan Ojek Pangkalan memasang spanduk larangan di Pangkalan Ojek Cigombong Kotaraja Dalam Distrik Abepura dan di beberapa titik lainnya.

   Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan hal buruk terjadi kepada kedua belah pihak.

Baca Juga :  DPPA 2025 Diserahkan, Pelaksanaan Kegiatan Harus Dipercepat

“Kami tidak ingin hal buruk yang akan terjadi terkait Permasalahan Taxi Onlie dan Trayek Offline tentang larangan para taxi online untuk memasuki wilayah Kotaraja,” kata Kompol Komarul di hadapan kedua belah pihak di Aula Mapolsek Abepura, Jumat (16/5) sore.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus, menyampaikan untuk angkutan umum telah mempunyai aturan dari pemerintah Kota Jayapura. Sedangkan untuk permasalahan Maxim atau angkutan online ini harus naik ke tingkat Provinsi karena jangkuannnya lintas Kabupaten/Kota.

  “Saya sampaikan kepada koordinator angkutan Umum kalian sudah mempunyai aturan sendiri untuk daerah operasional sampai batas mana saja sedangkan permasalahan Maxim/angkutan online ini harus naik ke tingkat Provinsi karena jangkuannnya lintas Kabupaten/Kota,” jelas Justin.

Baca Juga :  Puluhan Warga di Merauke jadi Korban Arisan Online

JAYAPURA – Perselisihan antara Driver Ojek Online (Ojol) dengan Para Sopir Angkutan Umum dan Ojek Pangkalan (Opang) di Abepura, Kota Jayapura berakhir damai setelah kedua pihak dimediasi oleh Polsek Abepura.

  Pertemuan mediasi ini  diawali dengan mendengarkan arahan dari Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus selaku mediator.

  Adapun perselisihan itu muncul, berawal ketika Para Sopir Angkutan Umum dan Ojek Pangkalan memasang spanduk larangan di Pangkalan Ojek Cigombong Kotaraja Dalam Distrik Abepura dan di beberapa titik lainnya.

   Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan hal buruk terjadi kepada kedua belah pihak.

Baca Juga :  Warga Masih Kepala Batu, Perketat Lagi hingga Pukul 7 Malam

“Kami tidak ingin hal buruk yang akan terjadi terkait Permasalahan Taxi Onlie dan Trayek Offline tentang larangan para taxi online untuk memasuki wilayah Kotaraja,” kata Kompol Komarul di hadapan kedua belah pihak di Aula Mapolsek Abepura, Jumat (16/5) sore.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus, menyampaikan untuk angkutan umum telah mempunyai aturan dari pemerintah Kota Jayapura. Sedangkan untuk permasalahan Maxim atau angkutan online ini harus naik ke tingkat Provinsi karena jangkuannnya lintas Kabupaten/Kota.

  “Saya sampaikan kepada koordinator angkutan Umum kalian sudah mempunyai aturan sendiri untuk daerah operasional sampai batas mana saja sedangkan permasalahan Maxim/angkutan online ini harus naik ke tingkat Provinsi karena jangkuannnya lintas Kabupaten/Kota,” jelas Justin.

Baca Juga :  Tujuh Ekor Burung Cenderawasih Gagal Diselundupkan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya