alexametrics
24.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Minyak Kheli Papua untuk Cegah Malaria

Ketiga mahasiswa/i Uncen Fakultas MIPA, Jurusan Farmasi yang berhasil menciptakan minyak Kheli, Jumaat (16/05).( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA – Memanfatkan sumber daya alam yang baik ketiga mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Fakultas MIPA, Jurusan Farmasi setelah sebelum menciptakan kulit buah matoa menjadi lulur organic, kali ini kembali menciptakan Minyak Kheli sebagai obat kimia anti nyamuk dan juga dapat mencegah penyakit malari.

Adapun mahasiswi penciptanya adalah selaku Ketua Tim , Sally Felter Bebari  bersama kedua nagotanya yakni, Jane Awom dan Merry Ceciliamampu.

Selaku Ketua Tim , Sally Felter Bebari Mengakui bahwa ada dua hal yang mendasar dalam menciptakan minyak Kheli pertama Khususnya di Papua untuk mencegahg penyakit endemik yaitu Malaria. 

“Masyarakat biasanya membunuh nyamuk memakai obat nyamuk, dimana obat nyamuk berasal dari bahan kimia yang mempunyai dampak positif dan negatif,”Ujarnya ketika ditemui di Uncen, Jumat (17/5). 

Dampak positifnya yaitu dapat membasmi nyamuk, sedangkan negatifnya dapat menimbulkan polusi udara, menimbulkan bau yang menyengat dan bisa menimbulkan sesak nafas sehingga akan mengganggu kesehatan. Hal inilah yang mendorong untuk membuat terobosan baru untuk menjawab permasalahan tersebut yakni dengan mengolah potensi minyak atsiri daun zodia menjadi sebuah minyak Kheli penghalau nyamuk.

Baca Juga :  Konsolidasi Alumni ke Seluruh Dunia, Demi Mendukung Pembangunan SDM Uncen

Hal yang kedua yang menjadi alasannya menciptakan minyak kheli adalah mengoptimalisasikan dan memberdayakan para petani daun zodia khas Papua sehingga memiliki daya jual yang lebih baik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Papua.

Dimana Proses pembuatan minyak Kheli Papua yang mana Kheli yang berarti 4, pertama daun zodia di ambil dari petani dan di angin-anginkan dalam ruangan selama 2 hari. hari berikutnya melakukan destilasi untuk mendapatkan minyak zodianya, untuk memproduksi minyak telon dengan sediaan 20 ml/botol sebanyal 100 botol menbutuhkan 3 hari.

Yakni hari pertama melakukan destilasi untuk proses mendapatkan minyak zodia, hari kedua melakukan proses pencampuran empat komposisi minyak Kheli yang mana terdiri dari minyak kayu putih, minyak adas, minyak kelapa dan zodia dan setelah hari ketiga tim melakukan pegemasan berupa stiker setelah minyak Kheli siap digunakan.

Baca Juga :  Tempat Jualan Mama-mama Port Numbay Jauh dari Kata Layak

“Dimana untuk sementara 1 botol kami jual dengan Harga Rp. 20.ribu Namun hal tersbeut masih menungu ijin edar dan layak digunakan oleh BBPOM dan instansi terkait lainya,’tuturnya.

Adapun perbedanya dengan minyak yang lainya di pasaran, terletak pada komposisi dan kandungan senyawanya yang dimana tanaman zodia merupakan tanaman khas Papua yang secara tradisional sudah di gunakan sebagai penghalau nyamuk dan untuk kandungannya sendiri memiliki daya halau nyamuk yang lebih baik.

“Dan minyak ini tanpa bahan kimia atau semuanya memang dari bahan dasar yang sudah organik atau alami,’paparnya.

“ Khususnya di Papua, penyakit endemik yaitu Malaria yang di sebabkan nyamuk dan ini menjadi persoalan yang ada terus menerus dan untuk itu kami berharap pemerintah mau bekerja sama untuk mengembangkan produk kami yang merupakan produk asli dari tanaman zodia  khas Papua.,”jelasnya.(kim/gin)

Ketiga mahasiswa/i Uncen Fakultas MIPA, Jurusan Farmasi yang berhasil menciptakan minyak Kheli, Jumaat (16/05).( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA – Memanfatkan sumber daya alam yang baik ketiga mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Fakultas MIPA, Jurusan Farmasi setelah sebelum menciptakan kulit buah matoa menjadi lulur organic, kali ini kembali menciptakan Minyak Kheli sebagai obat kimia anti nyamuk dan juga dapat mencegah penyakit malari.

Adapun mahasiswi penciptanya adalah selaku Ketua Tim , Sally Felter Bebari  bersama kedua nagotanya yakni, Jane Awom dan Merry Ceciliamampu.

Selaku Ketua Tim , Sally Felter Bebari Mengakui bahwa ada dua hal yang mendasar dalam menciptakan minyak Kheli pertama Khususnya di Papua untuk mencegahg penyakit endemik yaitu Malaria. 

“Masyarakat biasanya membunuh nyamuk memakai obat nyamuk, dimana obat nyamuk berasal dari bahan kimia yang mempunyai dampak positif dan negatif,”Ujarnya ketika ditemui di Uncen, Jumat (17/5). 

Dampak positifnya yaitu dapat membasmi nyamuk, sedangkan negatifnya dapat menimbulkan polusi udara, menimbulkan bau yang menyengat dan bisa menimbulkan sesak nafas sehingga akan mengganggu kesehatan. Hal inilah yang mendorong untuk membuat terobosan baru untuk menjawab permasalahan tersebut yakni dengan mengolah potensi minyak atsiri daun zodia menjadi sebuah minyak Kheli penghalau nyamuk.

Baca Juga :  Pilkada Papua Disarankan untuk Diundur

Hal yang kedua yang menjadi alasannya menciptakan minyak kheli adalah mengoptimalisasikan dan memberdayakan para petani daun zodia khas Papua sehingga memiliki daya jual yang lebih baik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Papua.

Dimana Proses pembuatan minyak Kheli Papua yang mana Kheli yang berarti 4, pertama daun zodia di ambil dari petani dan di angin-anginkan dalam ruangan selama 2 hari. hari berikutnya melakukan destilasi untuk mendapatkan minyak zodianya, untuk memproduksi minyak telon dengan sediaan 20 ml/botol sebanyal 100 botol menbutuhkan 3 hari.

Yakni hari pertama melakukan destilasi untuk proses mendapatkan minyak zodia, hari kedua melakukan proses pencampuran empat komposisi minyak Kheli yang mana terdiri dari minyak kayu putih, minyak adas, minyak kelapa dan zodia dan setelah hari ketiga tim melakukan pegemasan berupa stiker setelah minyak Kheli siap digunakan.

Baca Juga :  Konsolidasi Alumni ke Seluruh Dunia, Demi Mendukung Pembangunan SDM Uncen

“Dimana untuk sementara 1 botol kami jual dengan Harga Rp. 20.ribu Namun hal tersbeut masih menungu ijin edar dan layak digunakan oleh BBPOM dan instansi terkait lainya,’tuturnya.

Adapun perbedanya dengan minyak yang lainya di pasaran, terletak pada komposisi dan kandungan senyawanya yang dimana tanaman zodia merupakan tanaman khas Papua yang secara tradisional sudah di gunakan sebagai penghalau nyamuk dan untuk kandungannya sendiri memiliki daya halau nyamuk yang lebih baik.

“Dan minyak ini tanpa bahan kimia atau semuanya memang dari bahan dasar yang sudah organik atau alami,’paparnya.

“ Khususnya di Papua, penyakit endemik yaitu Malaria yang di sebabkan nyamuk dan ini menjadi persoalan yang ada terus menerus dan untuk itu kami berharap pemerintah mau bekerja sama untuk mengembangkan produk kami yang merupakan produk asli dari tanaman zodia  khas Papua.,”jelasnya.(kim/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/