Krisna menegaskan, selain melanggar hukum konservasi, lalu lintas satwa liar tanpa pemeriksaan karantina juga berpotensi membawa agen penyakit yang dapat mengancam kesehatan masyarakat serta keanekaragaman hayati.
“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat untuk melindungi kelestarian alam Papua,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BBKSDA Papua, Victory S. Karubaba, memastikan satwa-satwa yang diselamatkan akan menjalani proses observasi dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
“Satwa-satwa ini akan kami observasi dan direhabilitasi untuk memulihkan sifat liarnya sebelum dilepasliarkan ke hutan Papua,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan maupun perdagangan satwa liar yang dilindungi. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Krisna menegaskan, selain melanggar hukum konservasi, lalu lintas satwa liar tanpa pemeriksaan karantina juga berpotensi membawa agen penyakit yang dapat mengancam kesehatan masyarakat serta keanekaragaman hayati.
“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat untuk melindungi kelestarian alam Papua,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BBKSDA Papua, Victory S. Karubaba, memastikan satwa-satwa yang diselamatkan akan menjalani proses observasi dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
“Satwa-satwa ini akan kami observasi dan direhabilitasi untuk memulihkan sifat liarnya sebelum dilepasliarkan ke hutan Papua,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan maupun perdagangan satwa liar yang dilindungi. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q