JAYAPURA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Papua mengatakan, hingga saat ini baru dua titik lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H/2026 M di Kota Jayapura.
Ketua Tim (Katim) Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah pada Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Aminah,S.Sos.I.MM mengungkapkan dua lokasi tersebut diketahui yang telah resmi menyampaikan surat izin dan permohonan ke kantor Kemenag Papua.
“Yang sudah menyampaikan surat izin diantaranya Lapangan Brimob Polda Papua di Kotaraja Abepura dan Halaman Kantor gubernur Papua di Dok ll, Kota Jayapura.” ungkap Aminah kepada Cenderawasih Pos, Kantor Wilayah Kemenag Papua, Jumat (13/3).
Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan di beberapa tempat di Kota Jayapura maupun sekitarnya juga melaksanakan salat id di lapangan dan masjid masing-masing, meskipun tidak menyampaikan perizinan resmi dari Kemenangan.
Aminah menyebut dua lokasi tersebut telah dituangkan dalam lampiran resmi Kemenag Papua. Karena itu, ia mengatakan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat, agar perayaan hari raya ini dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Sedangkan untuk kenyamanan dan keselamatan pelaksanaan Salat Idul Fitri, Kemenag diketahui telah bekerja sama dengan pihak TNI, kepolisian, tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk terlibat dalam menjamin keamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri.
Lebih lanjut Aminah menyampaikan bahwa secara resmi pemerintah akan mengelar sidang isbat untuk menentukan Idul Fitri 2026 akan dilaksanakan pada, 19 Maret 2026 mendatang, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Melalui sidang ini, pemerintah akan menetapkan secara resmi kapan umat Islam di Indonesia merayakan 1 Syawal 1447 H.
Keputusan tersebut kata Aminah diambil berdasarkan hasil perhitungan astronomi dan pengamatan hilal yang dilakukan oleh berbagai lembaga terkait. Dengan mekanisme ini, pemerintah berupaya memastikan penetapan Hari Raya Idul Fitri dilakukan secara akurat dan dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia.