Friday, February 20, 2026
31.7 C
Jayapura

Selisih Harga Tipis Jadi Sorotan Warga di Gerakan Pangan Murah

JAYAPURA-Warga Kota Jayapura memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Baitul Rahim, Jumat (13/2). Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Provinsi Papua dalam rangka pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

Sejak pagi, masyarakat terlihat antusias membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng. Program ini dinilai membantu warga dalam memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan.

Namun, sebagian warga menilai selisih harga sejumlah komoditas belum terlalu signifikan dibandingkan harga di pasar maupun ritel modern. Martina, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengatakan harga beberapa barang hanya berbeda tipis dari harga pasar.

Baca Juga :  Kesadaran Warga Untuk Donor Darah Meningkat

“Harganya tak jauh beda dengan harga di pasar, hanya selisih sedikit,” katanya kepada Cenderawasih Pos.

Ia mencontohkan harga telur yang dijual Rp68 ribu per rak, hanya selisih Rp2 ribu dari harga di ritel modern. Warga lainnya, Yustina, menyebut harga minyak goreng bervariasi. Menurutnya, minyak goreng merek tertentu dijual dengan selisih rata-rata sekitar Rp2 ribu dibandingkan harga pasar.

“Minyakita lebih murah dibandingkan di kios atau di pasar, cuma cepat habis. Minyakita kemasan plastik Rp15 ribu, tapi sudah habis,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui program GPM tetap membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang bulan puasa.

JAYAPURA-Warga Kota Jayapura memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Baitul Rahim, Jumat (13/2). Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Provinsi Papua dalam rangka pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

Sejak pagi, masyarakat terlihat antusias membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng. Program ini dinilai membantu warga dalam memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan.

Namun, sebagian warga menilai selisih harga sejumlah komoditas belum terlalu signifikan dibandingkan harga di pasar maupun ritel modern. Martina, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengatakan harga beberapa barang hanya berbeda tipis dari harga pasar.

Baca Juga :  Perjuangan TPN-OPM Makin Kabur, Yuranus Jikwa: Jangan Tembak Warga Sipil!

“Harganya tak jauh beda dengan harga di pasar, hanya selisih sedikit,” katanya kepada Cenderawasih Pos.

Ia mencontohkan harga telur yang dijual Rp68 ribu per rak, hanya selisih Rp2 ribu dari harga di ritel modern. Warga lainnya, Yustina, menyebut harga minyak goreng bervariasi. Menurutnya, minyak goreng merek tertentu dijual dengan selisih rata-rata sekitar Rp2 ribu dibandingkan harga pasar.

“Minyakita lebih murah dibandingkan di kios atau di pasar, cuma cepat habis. Minyakita kemasan plastik Rp15 ribu, tapi sudah habis,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui program GPM tetap membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang bulan puasa.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya