Tiga Titik Rusak Parah Dikerjakan Tahun Ini
JAYAPURA –Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan progres perencanaan pembangunan dua jalur di wilayah Koya akan mulai dikerjakan secara bertahap pada tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Asep Akbar M. Khalid, menjelaskan bahwa rencana pembangunan dua jalur tersebut membentang dari SMP 8 Koya hingga pertigaan jalur Arso–Wamena.
Namun, untuk tahap awal tahun 2026, Pemkot akan memprioritaskan perbaikan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah. “Tahun ini kita fokus pada pembangunan jalan beton di titik-titik yang rusaknya cukup berat,” ujar Asep saat dikonfirmasi Cepos di kawasan Holtekam, Jumat (13/2).
“Ada tiga titik yang akan kita kerjakan dengan konstruksi beton, dengan anggaran diperkirakan sekitar Rp300 Juta hingga Rp400 juta,” lanjutnya.
Menurutnya, langkah ini diambil agar akses transportasi masyarakat tetap berjalan lancar sembari menunggu kepastian pelaksanaan pembangunan dua jalur secara menyeluruh.
Untuk pekerjaan total dua jalur, Asep mengakui pihaknya masih menunggu persetujuan atau “lampu hijau” dari Kementerian PUPR melalui Balai Jalan Provinsi Papua.
Dukungan dari pemerintah pusat dinilai sangat penting mengingat proyek tersebut membutuhkan anggaran besar dan perencanaan terintegrasi.
“Jika sudah ada titik terang dari kementerian, maka pekerjaan dua jalur bisa dimulai tahun ini juga,” ungkapnya.
Tiga Titik Rusak Parah Dikerjakan Tahun Ini
JAYAPURA –Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan progres perencanaan pembangunan dua jalur di wilayah Koya akan mulai dikerjakan secara bertahap pada tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Asep Akbar M. Khalid, menjelaskan bahwa rencana pembangunan dua jalur tersebut membentang dari SMP 8 Koya hingga pertigaan jalur Arso–Wamena.
Namun, untuk tahap awal tahun 2026, Pemkot akan memprioritaskan perbaikan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah. “Tahun ini kita fokus pada pembangunan jalan beton di titik-titik yang rusaknya cukup berat,” ujar Asep saat dikonfirmasi Cepos di kawasan Holtekam, Jumat (13/2).
“Ada tiga titik yang akan kita kerjakan dengan konstruksi beton, dengan anggaran diperkirakan sekitar Rp300 Juta hingga Rp400 juta,” lanjutnya.
Menurutnya, langkah ini diambil agar akses transportasi masyarakat tetap berjalan lancar sembari menunggu kepastian pelaksanaan pembangunan dua jalur secara menyeluruh.
Untuk pekerjaan total dua jalur, Asep mengakui pihaknya masih menunggu persetujuan atau “lampu hijau” dari Kementerian PUPR melalui Balai Jalan Provinsi Papua.
Dukungan dari pemerintah pusat dinilai sangat penting mengingat proyek tersebut membutuhkan anggaran besar dan perencanaan terintegrasi.
“Jika sudah ada titik terang dari kementerian, maka pekerjaan dua jalur bisa dimulai tahun ini juga,” ungkapnya.