Monday, January 5, 2026
26.3 C
Jayapura

25 Persen Warga Kota Belum Miliki KTP

Dukcapil Perkuat Program Sisjembol

JAYAPURA _Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus berupaya menuntaskan persoalan administrasi kependudukan. Saat ini, sekitar 25 persen warga Kota Jayapura belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepala Dinas Dukcapil Kota Jayapura, Raymond M mengatakan, angka tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pihaknya. Dukcapil berkomitmen untuk memperkuat jangkauan pelayanan agar seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang sah.

ā€œSekitar 25 persen warga kita belum memiliki KTP. Ini menjadi fokus kami agar ke depan semua penduduk bisa terdata dan memiliki identitas resmi,ā€ ujar Raymond di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (13/11).

Untuk mempercepat proses tersebut, Dukcapil akan mengintensifkan Sistem Jemput Bola (Sisjembol), yakni pelayanan langsung ke lapangan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat yang sulit mengakses kantor pelayanan.

Baca Juga :  Wali Kota: 2021 Kinerja Jajaran OPD Pemkot Harus Lebih Baik Lagi

ā€œSisjembol ini kami lakukan dengan mendatangi kampung-kampung, tempat keramaian, warga penyandang disabilitas, hingga pasien yang terbaring di rumah sakit. Bahkan bagi warga dengan gangguan kejiwaan (ODGJ), kami juga berikan pelayanan langsung di lapangan,ā€ jelasnya.

Raymond menambahkan, Dukcapil menggunakan mobil layanan keliling khusus untuk menjangkau wilayah dan kelompok masyarakat tersebut. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan, khususnya KTP elektronik.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dukcapil tetap mengalokasikan dana rutin setiap tahun untuk kegiatan Sisjembol. Pihaknya berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan tetap mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

ā€œMemang ada pengurangan anggaran karena efisiensi, tapi kami tetap berusaha maksimal. Prinsipnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Kami juga terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar program ini berjalan efektif,ā€ ungkap Raymond.

Baca Juga :  Pemeriksaan Terinci,Ā  OPD Diminta Pro Aktif

Dukcapil berharap, melalui upaya jemput bola dan peningkatan kesadaran masyarakat, seluruh warga Kota Jayapura bisa segera memiliki KTP dan terdata secara resmi dalam sistem kependudukan nasional.

ā€œKTP bukan hanya identitas, tapi juga kunci untuk mengakses berbagai layanan publik. Karena itu, kami ajak seluruh warga segera melakukan perekaman,ā€ tutupnya.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Dukcapil Perkuat Program Sisjembol

JAYAPURA _Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus berupaya menuntaskan persoalan administrasi kependudukan. Saat ini, sekitar 25 persen warga Kota Jayapura belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepala Dinas Dukcapil Kota Jayapura, Raymond M mengatakan, angka tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pihaknya. Dukcapil berkomitmen untuk memperkuat jangkauan pelayanan agar seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang sah.

ā€œSekitar 25 persen warga kita belum memiliki KTP. Ini menjadi fokus kami agar ke depan semua penduduk bisa terdata dan memiliki identitas resmi,ā€ ujar Raymond di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (13/11).

Untuk mempercepat proses tersebut, Dukcapil akan mengintensifkan Sistem Jemput Bola (Sisjembol), yakni pelayanan langsung ke lapangan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat yang sulit mengakses kantor pelayanan.

Baca Juga :  Lakukan Berbagai Upaya Untuk Capai Target Papua Bebas Malaria

ā€œSisjembol ini kami lakukan dengan mendatangi kampung-kampung, tempat keramaian, warga penyandang disabilitas, hingga pasien yang terbaring di rumah sakit. Bahkan bagi warga dengan gangguan kejiwaan (ODGJ), kami juga berikan pelayanan langsung di lapangan,ā€ jelasnya.

Raymond menambahkan, Dukcapil menggunakan mobil layanan keliling khusus untuk menjangkau wilayah dan kelompok masyarakat tersebut. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan, khususnya KTP elektronik.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dukcapil tetap mengalokasikan dana rutin setiap tahun untuk kegiatan Sisjembol. Pihaknya berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan tetap mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

ā€œMemang ada pengurangan anggaran karena efisiensi, tapi kami tetap berusaha maksimal. Prinsipnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Kami juga terus bekerja sama dengan berbagai pihak agar program ini berjalan efektif,ā€ ungkap Raymond.

Baca Juga :  Pelestarian Bahasa Daerah Masuk Kurikulum Sekolah Kampung

Dukcapil berharap, melalui upaya jemput bola dan peningkatan kesadaran masyarakat, seluruh warga Kota Jayapura bisa segera memiliki KTP dan terdata secara resmi dalam sistem kependudukan nasional.

ā€œKTP bukan hanya identitas, tapi juga kunci untuk mengakses berbagai layanan publik. Karena itu, kami ajak seluruh warga segera melakukan perekaman,ā€ tutupnya.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya