alexametrics
32.7 C
Jayapura
Tuesday, May 17, 2022

Lima Napi Kasus Bentrok dengan Aparat, Dibebaskan

Lima narapidana yang dibebaskan dari Lapas Abepura ketika melakukan foto bersama dengan para Penasehat Hukum (PH) di Lapas Kelas IIA Abepura, pekan lalu. ( FOTO: Emanuel Gobay For Cepos)

JAYAPURA- Ratusan narapidana telah dibebaskan dari Lapas Kelas IIA Abepura sesuai dengan kebijakan Menteri Hukum dan HAM RI dalam rangka pencegahan terhadap Virus Corona atau Covid-19 di setiap Lapas-Lapas yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua.

 Dari ratusan narapidana dan anak pidana yang dibebaskan ini ternyata 5 orang diantaranya merupakan rapidana kasus bentrokan antara mahasiswa eksodus dan aparat keamanan yang terjadi pada tanggal 23 September 2019 yang lalu di Expo-Waena Distrik Heram Kota Jayapura.

 Penasehat Hukum (PH) yang tergabung dalam Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay, S.H, M.H, memberikan apresiasi kepada Menteri Hukum dan HAM RI melalui Kalapas Abepura yang telah membebaskan ratusan narapidana, khususnya 5 narapidana yang merupakan klien mereka.

Baca Juga :  Wali Kota: Ibadah Malam Natal Tertib Prokes

“Kami apresiasi dengan kebijakan ini, terutama membebaskan lima narapidana yang merupakan klien kami di Lapas Abepura dalam rangka pencegahan terhadap Virus Covid-19 di Lapas Abepura,” katanya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (13/4) kemarin.

 Emanuel berharap, kepada lima orang kliennya yang telah dibebaskan dari Lapas Abepura kiranya dapat melaksanakan hidup secara normal seperti biasa serta belajar untuk menerima ini sebagai sebuah pelajaran dalam kehidupan mereka sehari-hari.(bet/wen)

Lima narapidana yang dibebaskan dari Lapas Abepura ketika melakukan foto bersama dengan para Penasehat Hukum (PH) di Lapas Kelas IIA Abepura, pekan lalu. ( FOTO: Emanuel Gobay For Cepos)

JAYAPURA- Ratusan narapidana telah dibebaskan dari Lapas Kelas IIA Abepura sesuai dengan kebijakan Menteri Hukum dan HAM RI dalam rangka pencegahan terhadap Virus Corona atau Covid-19 di setiap Lapas-Lapas yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua.

 Dari ratusan narapidana dan anak pidana yang dibebaskan ini ternyata 5 orang diantaranya merupakan rapidana kasus bentrokan antara mahasiswa eksodus dan aparat keamanan yang terjadi pada tanggal 23 September 2019 yang lalu di Expo-Waena Distrik Heram Kota Jayapura.

 Penasehat Hukum (PH) yang tergabung dalam Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay, S.H, M.H, memberikan apresiasi kepada Menteri Hukum dan HAM RI melalui Kalapas Abepura yang telah membebaskan ratusan narapidana, khususnya 5 narapidana yang merupakan klien mereka.

Baca Juga :  Dibekali, 160 Usahawan Muda Harus Mampu Baca Peluang

“Kami apresiasi dengan kebijakan ini, terutama membebaskan lima narapidana yang merupakan klien kami di Lapas Abepura dalam rangka pencegahan terhadap Virus Covid-19 di Lapas Abepura,” katanya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (13/4) kemarin.

 Emanuel berharap, kepada lima orang kliennya yang telah dibebaskan dari Lapas Abepura kiranya dapat melaksanakan hidup secara normal seperti biasa serta belajar untuk menerima ini sebagai sebuah pelajaran dalam kehidupan mereka sehari-hari.(bet/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/