Manfaat pemahaman alur rujukan ini dirasakan langsung oleh Salomonina Diana Nerotouw, peserta JKN Kelas 3 yang menjalani persalinan normal di RSUD Yowari. Ia mengaku tidak mengalami kendala karena mengikuti alur pelayanan sesuai ketentuan.
“Kalau kita paham alurnya dan kepesertaan aktif, berobat jadi tenang dan tidak ribet,” ujarnya.
Hernawan berharap pada tahun 2026 masyarakat Papua semakin memahami sistem rujukan JKN sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Dengan memahami alur rujukan, proses berobat tidak terkendala sehingga peserta dapat merasakan manfaat JKN secara optimal, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Manfaat pemahaman alur rujukan ini dirasakan langsung oleh Salomonina Diana Nerotouw, peserta JKN Kelas 3 yang menjalani persalinan normal di RSUD Yowari. Ia mengaku tidak mengalami kendala karena mengikuti alur pelayanan sesuai ketentuan.
“Kalau kita paham alurnya dan kepesertaan aktif, berobat jadi tenang dan tidak ribet,” ujarnya.
Hernawan berharap pada tahun 2026 masyarakat Papua semakin memahami sistem rujukan JKN sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Dengan memahami alur rujukan, proses berobat tidak terkendala sehingga peserta dapat merasakan manfaat JKN secara optimal, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos