Thursday, January 15, 2026
31.7 C
Jayapura

Awan Cumulonimbus Picu Cuaca Ekstrem di Papua

JAYAPURA – Peningkatan pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai) di wilayah Papua memicu terjadinya intensitas hujan yang cukup tinggi disertai kilat dan angin kencang. Hal ini diungkap berdasarkan hasil monitoring musim hujan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah lima Jayapura, Senin (12/1).

Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah di Provinsi Papua maaih mengalami musim penghujan. Terutama di Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi. Sementara wilayah lain seperti Kota Jayapura memiliki tipe hujan mosunal satu (1) atau di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat atau asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua.

Baca Juga :  Ciptakan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif    

“Pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus atau awan badai,” jelas Ezri.

Ezri menjelaskan, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua berada pada nilai anomali positif yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

JAYAPURA – Peningkatan pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai) di wilayah Papua memicu terjadinya intensitas hujan yang cukup tinggi disertai kilat dan angin kencang. Hal ini diungkap berdasarkan hasil monitoring musim hujan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah lima Jayapura, Senin (12/1).

Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah di Provinsi Papua maaih mengalami musim penghujan. Terutama di Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi. Sementara wilayah lain seperti Kota Jayapura memiliki tipe hujan mosunal satu (1) atau di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat atau asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua.

Baca Juga :  Ciptakan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif    

“Pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus atau awan badai,” jelas Ezri.

Ezri menjelaskan, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua berada pada nilai anomali positif yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya